100 Sniper Israel Dikerahkan ke Jalur Gaza

JALUR GAZA, Limadetik.com – Militer Israel telah mengirim 100 penembak jitu dengan wewenang untuk melakukan penembakan menggunakan munisi hidup di perbatasan Gaza sebagai bagian dari tindakan keras terhadap demonstrasi Palestina yang akan berlangsung.

“Kami telah mengerahkan lebih dari 100 penembak jitu yang dipanggil dari semua unit militer, terutama dari pasukan khusus,” kata kepala staf tentara Israel, Letnan Jenderal Gadi Eizenkot, dalam wawancara yang diterbitkan pada hari Rabu (28/03) dalam harian Yedioth Ahronoth.

Ia menambahkan bahwa penembak jitu dan pasukan lainnya yang ditempatkan di wilayah itu berwenang untuk menggunakan “banyak kekuatan” dan amunisi hidup untuk menjaga agar para demonstran menjauh dari pagar di sepanjang Jalur Gaza.

Warga Palestina akan memulai demonstrasi besar-besaran pada Hari Tanah dan peringatan 70 tahun pengusiran orang-orang Palestina dari tanah mereka pada hari Jumat nanti.

Puluhan ribu warga Gaza diperkirakan akan ambil bagian dalam “Demonstrasi untuk Kembali” yang damai.

Hari Tanah telah menjadi acara di mana protes tahunan diadakan. Para pengunjuk rasa mengatakan acara itu adalah peringatan dan pengingat bahwa rakyat Palestina akan selalu mempertahankan tanah mereka dengan segala cara yang mungkin dalam menghadapi pendudukan dan kekerasan Israel.

Hari Tanah merupakan hari peringatan tahunan warga palestina . Hari Tanah digelar setiap tahun setiap 30 Maret untuk memperingati tewasnya enam warga negara Israel keturunan Arab di tangan polisi dan pasukan Israel ketika pecah demonstrasi pada tahun 1976. Demo ini menentang rencana pencaplokan tanah Palestina di Galilea seluas 2.000 hektare.

Pada 30 Maret 1976, militer Israel menumpas aksi protes petani Arab terhadap perampasan tanah mereka di utara Israel. Enam warga Arab-Israel tewas ditembak dalam aksi tahun 1976 itu dalam Konflik Israel dan Palestina. Sejak itu orang Palestina memperingati tanggal 30 Maret yang mereka sebut sebagai “Hari Tanah”

Hari Tanah Palestina diperingati untuk mengingatkan rakyat Palestina akan tindakan rezim zionis Israel yang telah merampas ribuan hektare tanah milik publik dan individu di berbagai wilayah di Palestina, khususnya di wilayah Galilea. Perampasan itu mendorong warga Arab di Palestina untuk mendeklarasikan aksi mogok massal, yang ketika itu menjadi perlawanan pertama terbesar rakyat Palestina terhadap rezim Israel, sejak Israel pertama kali menancapkan penjajahannya di Palestina pada 1948 silam. (Ar/ld)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here