SURABAYA, Limadetik.com – Dua calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, kompak bersafari ke Jawa Timur pada Kamis (6/8). Mereka mengunjungi dan berziarah mulai dari Surabaya, Mojokerto, Jombang, hingga Bangkalan.

Prabowo mengawali safarinya dengan berziarah ke makam pendiri NU KH Hasyim Asy’ari di pondok pesantren (PP) Tebuireng, Jombang. Prabowo juga nyekar ke makam Presiden ke 4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan mantan Menteri Agama KH Wahid Hasyim.

“Saya kenal baik dengan keluarga Gus Dur dan KH Wahid Hasyim. Dari waktu ke waktu ya saya suka berziarah ke sini,” kata Prabowo.

Dari Jombang, Prabowo berziarah ke makam ulama kharismatik Syaikhona Kholil di Martajasah, Bangkalan, Madura. “Kedatangan saya ke sini ingin minta izin. Kalau mau masuk ke daerah kita harus harus kulo nuwon, untuk minta izin keliling Jatim,” kata Prabowo.

Di Bangkalan, Prabowo dielu-elukan warga. Teriakan Prabowo presiden terdengar saat ketua umum Partai Gerindra itu melayani permintaan warga berselfie dan foto bersama. Prabowo juga menyempatkan diri mengobrol bersama warga.

Prabowo merasa Madura spesial di hatinya. Prabowo menyebut bahwa warga Madura merupakan pendukungnya sejak lama. “Saya rasa warga Madura adalah pendukung saya sejak lama,” kata Prabowo disambut tepuk tangan ratusan pendukungnya.

Prabowo mengaku lawatannya ke Jatim ini bisa dikatakan untuk mencari dukungan dari warga Nahdlatul Ulama (NU). Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai dukungan dari warga nahdliyin penting untuk kemenangannya di Pilpres 2019.

“Saya kira kami memang selalu harus cari dukungan rakyat ya. Itu namanya demokrasi. Demokrasi artinya rakyat yang berdaulat, tentunya kita harus selalu minta dukungan rakyat. Saya kira kan begitu,” kata Prabowo.

Sementara itu Jokowi memulai kunjungannya dengan mendatangi Universitas PGRi Adi Buana Surabaya. Jokowi memberikan kuliah umum wawasan kebangsaan kepada mahasiswa. Dari Surabaya, Jokowi bergeser ke Mojokerto dengan mendatangi Pondok Pesantren Amanatul Ummah.

Jokowi datang didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Staf Khusus Presiden, Gubernur Jatim Soekarwo, serta Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa. Di ponpes ini, seperti biasa Jokowi menggelar kuis dengan hadiah dua sepeda.

Dari Mojokerto, Jokowi kembali balik ke Surabaya. Kali ini Jokowi membagikan 5.000 sertifikat tanah kepada warga Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo di Jatim Expo di Jalan Ahmad Yani.

Jokowi berpesan agar sertifikat itu dijaga baik-baik agar tidak rusak. Boleh dijaminkan ke bank untuk modal usaha. Tetapi tak boleh dijaminkan untuk sesuatu yang bersifat konsumtif seperti membeli mobil.

“Jangan dipakai untuk hal-hal yang bersifat kenikmatan, semua harus produktif digunakan untuk usaha, baik untuk modal kerja maupun modal investasi,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan untuk tahun ini ada 7 juta sertifikat yang dibagikan. Jumlah ini lebih banyak dari tahun lalu yang berjumlah 5 juta sertifikat. Target tahun depan harus ada 9 juta sertifikat yang dibagikan.

“Tahun yang lalu 5 juta sertifikat selesai, tahun ini 7 jutaan sertifikat telah selesai. Tahun depan target kita 9 juta sertifikat harus selesai,” kata Jokowi.


Sumber:  detikcom

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here