Bupati Fauzi Hubungkan Usaha Desa dengan Pasar MBG, Lele dan Telur Jadi Penggerak Ekonomi

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep saat melihat kandang ayam di Kecamatan Ganding

Bupati Sumenep saat melihat kandang ayam di Kecamatan Ganding

Bupati Fauzi Hubungkan Usaha Desa dengan Pasar MBG, Lele dan Telur Jadi Penggerak Ekonomi

limadetik.com/, SUMENEP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai membuka ruang ekonomi baru bagi kelompok usaha di desa.

Peluang tersebut kini didorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui pengembangan budidaya ikan lele dan peternakan ayam petelur berbasis masyarakat. Produk pangan lokal diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar umum, tetapi juga masuk dalam rantai pasok dapur MBG yang membutuhkan pasokan secara rutin dan berkelanjutan.

Komitmen itu ditunjukkan Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. saat meninjau langsung usaha budidaya ikan lele dan peternakan ayam petelur milik kelompok masyarakat di Desa Bataal Timur, Kecamatan Ganding, Kamis (30/7/2026).

Bupati didampingi Camat Ganding Abdul Khalid, S.Sos., M.Si., Kabag Humas dan Protokol Setdakab Sumenep Helmi, jajaran Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, serta perangkat Desa Bataal Timur.

Di tengah meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk mendukung pelaksanaan MBG, Pemkab Sumenep melihat potensi desa sebagai kekuatan yang harus dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Baca Juga  BRIDA Sumenep Catat Lonjakan Inovasi, 217 Program Lahir Sepanjang 2025 Dorong Pelayanan Publik Makin Modern

Bukan hanya sebagai penerima bantuan, kelompok masyarakat didorong menjadi pelaku usaha yang mampu memproduksi komoditas pangan secara konsisten, menjaga kualitas, dan memiliki akses pasar yang jelas.

Di Desa Bataal Timur, enam kolam budidaya lele yang dikelola kelompok masyarakat mampu menghasilkan sekitar 1 ton 3 kuintal ikan lele dalam satu siklus pemeliharaan selama tiga hingga tiga setengah bulan.

Produksi tersebut telah menjadi salah satu sumber pasokan bagi kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sumenep.

“Program pemberdayaan ini kami arahkan agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Hasil budidaya lele tidak hanya meningkatkan pendapatan kelompok, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok untuk memenuhi kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis yang terus meningkat,” kata Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Selain budidaya lele, Bupati juga meninjau peternakan ayam petelur yang dikelola masyarakat setempat.

Dengan populasi sekitar 1.000 ekor ayam, tingkat produksi telur mencapai sekitar 84 persen setiap hari. Produktivitas tersebut dinilai mampu menjadi kekuatan baru bagi ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung kebutuhan bahan pangan MBG.

Baca Juga  Patroli Skala Besar Warnai Malam Minggu di Sumenep, Kapolresta Luncurkan Layanan "HALO KAPOLRESTA"

Menurut Bupati, bantuan pemerintah harus menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya usaha yang produktif, bukan berhenti pada penyaluran bantuan semata.

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong kelompok masyarakat untuk membangun usaha yang mandiri, memiliki daya saing, serta mampu menjawab kebutuhan pasar.

“Tahun ini Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menyalurkan berbagai bantuan pemberdayaan kepada kelompok masyarakat. Tujuannya bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi membangun usaha yang produktif, mandiri, memiliki daya saing, dan mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberlanjutan usaha masyarakat sangat ditentukan oleh kepastian pasar. Produksi yang tinggi tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak diikuti sistem pemasaran yang mampu menyerap hasil usaha secara berkelanjutan.

Karena itu, keterhubungan produk lokal dengan kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu peluang yang perlu dimanfaatkan secara optimal.

“Kami ingin setiap program pemberdayaan memiliki dampak ekonomi yang nyata. Ketika hasil budidaya masyarakat terserap pasar, termasuk untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis, maka roda perekonomian desa akan bergerak, pendapatan masyarakat meningkat, dan kesejahteraan mereka akan semakin baik,” tegasnya.

Baca Juga  Puskesmas Pandian Bidik PTM dari Bangku Sekolah, Siswa dan Guru MTsN 1 Sumenep Jalani Skrining

Langkah tersebut sekaligus menandai perubahan arah program pemberdayaan di Kabupaten Sumenep. Pemerintah tidak hanya berfokus pada pemberian sarana produksi, tetapi mulai mendorong terbentuknya ekosistem usaha dari hulu hingga hilir.

Mulai dari penyediaan bantuan, peningkatan kapasitas kelompok, penguatan produksi, hingga pembukaan akses pasar, seluruh proses diharapkan dapat berjalan secara terintegrasi.

Bagi Desa Bataal Timur, budidaya lele dan peternakan ayam petelur bukan hanya aktivitas ekonomi kelompok. Kedua sektor tersebut mulai berkembang menjadi bagian dari rantai penyediaan pangan yang lebih luas.

Jika dikelola secara konsisten, peluang tersebut berpotensi menciptakan lapangan usaha baru, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat desa.

Pemkab Sumenep berharap model pemberdayaan berbasis kebutuhan pasar tersebut dapat dikembangkan di wilayah lain sesuai dengan potensi masing-masing desa.

Dengan demikian, program pemberdayaan tidak berhenti pada bantuan yang dibagikan, tetapi berkembang menjadi usaha produktif yang memiliki pasar, menghasilkan pendapatan, dan memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satlantas Polresta Sumenep Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas kepada Pelajar SMPN 5
DPRD Sumenep Gelar Jalan Sehat Politik, Siapkan 1.500 Paket Sembako dan Hadiah Rp100 Juta
DPMPTSP Sumenep Dorong Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Triwulan III 2026
RDTR Sumenep Disusun, Bupati Fauzi Tekankan Koordinasi dan Kemampuan Fiskal
Bupati Sumenep Dorong Pelajar Perkuat Budaya Literasi di Tengah Arus Informasi Digital
Baznas Jatim Timur Kolaborasi dengan Baznas Sumenep Bantu Warga Desa Langsar yang Krisis Air Bersih
SMSI Sumenep Dorong Media Lokal Keluar dari Zona Nyaman, Bidik Pasar Nasional
Polisi Ungkap Dugaan Pencabulan Anak di Kangean, Pria 43 Tahun Diamankan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Satlantas Polresta Sumenep Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas kepada Pelajar SMPN 5

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:56 WIB

DPRD Sumenep Gelar Jalan Sehat Politik, Siapkan 1.500 Paket Sembako dan Hadiah Rp100 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:32 WIB

DPMPTSP Sumenep Dorong Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM Triwulan III 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:00 WIB

RDTR Sumenep Disusun, Bupati Fauzi Tekankan Koordinasi dan Kemampuan Fiskal

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Bupati Sumenep Dorong Pelajar Perkuat Budaya Literasi di Tengah Arus Informasi Digital

Berita Terbaru