Ditetapkan Jadi Desa Wisata ke 9, Ini Yang Dipunyai Desa Karang Anyar

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atraksi tarian yang mengiringi syair syair pojien

Atraksi tarian yang mengiringi syair syair pojien

Ditetapkan Jadi Desa Wisata ke 9, Ini Yang Dipunyai Desa Karang Anyar

limadetik.com/, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso resmi mencanangkan Desa Karanganyar, Kecamatan Klabang, sebagai Desa Budaya ke-9 di Kabupaten Bondowoso.

Pencanangan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya berbasis masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya lokal sebagai penopang keberlanjutan status Ijen UNESCO Global Geopark.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Gede Budi Setiawan mengatakan Kecamatan Klabang merupakan salah satu jantung kebudayaan Kabupaten Bondowoso karena hingga kini masih menjadi benteng pelestarian berbagai seni pertunjukan tradisional dan adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun.

“Penetapan Desa Karanganyar sebagai Desa Budaya merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk membangun kemajuan kebudayaan yang berangkat dari desa. Selain itu, kebijakan ini juga memperkuat narasi cultural heritage yang mendukung keberlanjutan Ijen UNESCO Global Geopark,” ujarnya saat ditanya limadetik.com/, Jumat (31/7/2026) sore.

Menurut Gede, Desa Karanganyar memiliki kekayaan budaya yang khas, yakni kesenian Pojhijen (Po’jhijen), sebuah seni pertunjukan tradisional yang memadukan unsur spiritual dan keagamaan, gerak tari, serta seni tutur atau puji-pujian.

Selain Pojhien, Kecamatan Klabang juga dikenal memiliki kesenian legendaris lainnya, seperti Topeng Kona dan Singo Ulung yang berkembang di Desa Blimbing.

Ia menjelaskan, Desa Karanganyar menjadi desa budaya ke-9 yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Sebelumnya telah ditetapkan delapan desa budaya lainnya, yakni Desa Prajekan Lor (Tradisi Ronjhangan dan cagar budaya), Desa Banyuputih (Ketipung), Desa Ramban Kulon (Gugur Gunung), Desa Sukosari Kidul (Tirta Agung), Desa Karangmelok (Patrol dan Hadrah), Desa Klabang (Totta’an Dhereh dan Tari Merpati), serta Desa Sumber Wringin (Nyontheng Kolbuk).

Melalui program Desa Budaya, pemerintah daerah menargetkan penguatan perlindungan dan pemanfaatan warisan budaya, peningkatan kebanggaan generasi muda terhadap identitas lokal, hingga mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Disparbudpora juga mengusulkan Pojhijen sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2026.

Acara pencanangan turut dimeriahkan delapan jenis pertunjukan seni tradisional yang melibatkan sekitar 60 pelaku seni, di antaranya Pojhijen, Jaran Kencak, Tari Remo, Topeng Kona, Singo Ulung, dan Macapat. Selain itu juga digelar bazar 10 UMKM lokal, pasar murah dari Diskoperindag Bondowoso, serta layanan Cek Kesehatan Gratis dari Dinas Kesehatan.

Gede berharap pencanangan Desa Budaya Karanganyar mampu memperkuat pelestarian warisan budaya lokal, membangun karakter masyarakat, memberdayakan ekonomi kreatif berbasis kebudayaan, serta memperkuat sinergi kawasan penyangga Ijen UNESCO Global Geopark.

Facebook Comments Box

Penulis : Budhi

Editor : Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel limadetik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

261 Anak PAUD-TK Se-Bondowoso Adu Kreativitas di Final Lomba Mewarnai YPLP
BPKAD Bondowoso: KKPD Bikin Belanja OPD Tertib, Transparan dan Mudah Dilacak
Atasi Kekeringan, Bupati Bondowoso Tinjau 74 Titik Irpom yang Mampu Airi 1.110 Hektare Sawah
50 Ribu Peserta Padati JAKA SOPAN ke-9 Pondok Pesantren Al-Islah Bondowoso
Kolaborasi Pemkab-OJK-ILO Hidupkan Kembali Kejayaan Kopi Bondowoso, Bidik Pasar Eropa Lewat Ekosistem Terintegrasi
Kejar Target Nasional 30 Persen, Bondowoso Percepat Aktivasi IKD Lewat Peran Kecamatan dan Desa
Gelar Exit Meeting, Pemeriksaan Kinerja RSUD Bondowoso oleh BPK RI Masuki Tahap Akhir
BRI Bondowoso Dorong BRILink Agen Perluas Akses Layanan Perbankan hingga Desa Wringin
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:18 WIB

261 Anak PAUD-TK Se-Bondowoso Adu Kreativitas di Final Lomba Mewarnai YPLP

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:51 WIB

BPKAD Bondowoso: KKPD Bikin Belanja OPD Tertib, Transparan dan Mudah Dilacak

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Atasi Kekeringan, Bupati Bondowoso Tinjau 74 Titik Irpom yang Mampu Airi 1.110 Hektare Sawah

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:16 WIB

50 Ribu Peserta Padati JAKA SOPAN ke-9 Pondok Pesantren Al-Islah Bondowoso

Rabu, 30 September 2026 - 16:53 WIB

Kolaborasi Pemkab-OJK-ILO Hidupkan Kembali Kejayaan Kopi Bondowoso, Bidik Pasar Eropa Lewat Ekosistem Terintegrasi

Berita Terbaru