7 Efek Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

Red: Rudy

Gula

LIMADETIK.com – Banyaknya gula tersembunyi di balik makanan dan minuman saat ini membuat banyak orang tak menyadari bahwa mereka sudah mengonsumsi terlalu banyak gula. Padahal, konsumsi gula berlebih perlu dihindari karena dapat memicu terjadinya beragam masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan diabetes.

Pendiri B-Nutritious Brooke Alpert MS RD CDN mengungkapkan ada cara sederhana untuk mengetahui kapan seseorang harus menahan diri dari konsumsi gula. Cara sederhana tersebut adalah dengan mengenali tanda-tanda ketika tubuh sudah terlalu banyak mendapatkan asupan gula.

Melalui NetDoctor, Alpert mengungkapkan ada tujuh tanda yang menunjukkan bahwa tubuh sudah mendapat terlalu banyak asupan gula. Berikut ini adalah ketujuh tanda tersebut.

Ketagihan Gula

Alpert mengatakan semakin banyak seseorang mengonsumsi gula, semakin besar pula kemungkinan orang tersebut untuk memiliki keinginan menyantap gula yang sulit terpuaskan. Dengan kata lain, konsumsi gula yang terlalu banyak dapat membuat tubuh ‘kecanduan’ untuk terus mengonsumsi gula.

“(Asupan gula yang tinggi) menyebabkan respon hormonal di dalam tubuh seperti ombak, ia akan membawa Anda ke atas, kemudian menjatuhkan Anda ke bawah, dan itu akan memicu tubuh Anda untuk menginginkan lebih banyak gula,” ungkap Alpert.

Tidak Merasa Puas

Selain keinginan untuk menyantap gula terus muncul, konsumsi gula berlebih juga membuat tubuh sulit terpuaskan dengan jumlah gula yang didapat dari makanan. Alpert mengatakan saat seseorang terbiasa mengonsumsi gula berlebih, toleransi gula indera pengecap akan naik. Kondisi ini yang membuat tubuh perlu membutuhkan lebih banyak gula agar terpuaskan.

Berat Badan Bertambah

Berat badan yang bertambah bisa menjadi ‘alarm’ untuk memangkas atau menghentikan asupan gula tambahan. Alasannya, konsumsi gula saja tidak akan bisa memuaskan nafsu makan sehingga orang yang terbiasa menyantap gula dalam jumlah besar cenderung makan lebih banyak.

“Karena (gula) tidak mengandung protein atau serat, ia tidak membuat Anda merasa kenyang, sehingga Anda akan terus makan,” tambah Alpert.

Jika keinginan untuk mengonsumsi gula terus dituruti, tubuh akan terdorong untuk memproduksi lebih banyak insulin. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin.

Perubahan Suasana Hati

Konsumsi gula berlebih juga dapat mempengaruhi suasana hati. Sugar crush dalam darah dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang cepat dan mudah marah. Prevention.com juga mengungkapkan bahwa asupan gula berlebih dapat meningkatkan risiko depresi. Alasannya, gula dapat meningkatkan kadar inflamasi di seluruh tubuh. Studi yang dipublikasikan The JAMA Network pada 2015 juga menunjukkan bahwa pasien depresi memiliki kadar inflamasi di otak 30 persen lebih tinggi.

Jerawat

Asupan gula berlebih juga memiliki dampak tak menyenangkan pada kulit karena peningkatan insulin yang tinggi. Alpert mengatakan sebagian orang lebih sensitif terhadap kadar insulin yang meningkat pesat akibat konsumsi gula berlebih. Sensitivitas ini dapat memicu terjadinya kaskade hormonal yang dapat mendorong munculnya jerawat maupun rosacea.

Karies Gigi

Makanan manis yang tertinggal di sela-sela gigi dapat menjadi makanan bagi bakteri di dalam mulut. Bakter-bakteri ini juga memproduksi asam yang dapat menyebabkan gigi keropos. Kondisi ini dapat terjadi jika seseorang yang gemar menyantap makanan manis tidak rajin menggosok gigi.

Sering Kehilangan Energi

Energi cenderung stabil ketika kadar gula darah stabil. Sebaliknya, konsumsi gula yang terlalu banyak dapat membuat kadar gula darah naik dan turun. Fluktuasi kadar gula darah ini juga menyebabkan energi berfluktuasi.

“Memakan banayk gula juga berarti Anda lebih berpotensi tidak mendapatkan asupan protein dan serat yang cukup,” tegas Alpert. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here