ABK Pembawa Sabu 1,1 Ton Diringkus Tim Gabungan BNN

BATAM, Limadetikcom – Empat Anak Buah Kapal (ABK) warga negara taiwan berhasil diringkus tim gabungan yang terdiri atas aparat Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI Angkatan Laut dan Bea Cukai saat ketahuan membawa narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 1,1 ton dengan menggunakan Kapal Sunrise Glory di perairan selat philips pada Rabu,(7/2/2018).

Menurut keterangan Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari pada hari Sabtu,(10/2/2018) menjelaskan operasi itu sudah dimulai 2 Desember 2017 berdasarkan informasi mengenai kapal asing yang akan membawa narkoba ke Indonesia melalui jalur laut dengan kapal ikan.

Dari infoemasi yang masuk,Tim gabungan kemudian menelusuri dan mendeteksi keberadaan kapal tersebut. Namun, menurut Arman, kapal yang dicurigai tidak langsung masuk wilayah Indonesia melainkan terus berlayar dari sekitar Teluk Andaman menuju Australia di luar teritorial laut Indonesia.

“Sebelum masuk indonesia diperkirakan kapal tersebut sempat menurunkan muatan narkoba seberat satu ton di Australia, namun kapal tidak tertangkap oleh otoritas setempat. Mulai saat itu tim kehilangan jejak,” kata Arman.

Selanjutnya kata Arman, baru pada Rabu (7/2/2018) tim kembali bisa mendeteksi keberadaan kapal itu di perairan Indonesia. TNI Angkatan Laut kemudian menangkap kapal bernama Sunrise Glory yang berbendera Singapura itu beserta empat awaknya pada Rabu,(7/2/2018) siang hari

Berdasarkan siaran pers Dispenal di Batam, pada Jumat (9/2/2018) sekitar pukul 15.00 WIB Kapal Sunrise Glory digeser dari Dermaga Batu Ampar ke Dermaga Lanal Batam, dan Tim WFQR Lantamal IV/Lanal Batam, BNN Pusat, BC Pusat dan BC Batam selanjutnya memeriksa anak buah kapal Sunrise Glory.

Selanjutnya Pada Jumat pukul 18.00 WIB, menurut Dispenal, tim menemukan barang bukti berupa sabu-sabu di dalam 41 karung beras dalam palka bahan makanan.

“Ya kita bersama-sama dengan tim melakukan penggeledahan di dalam kapal, ditemukan narkotika jenis shabu 1,1 ton di dalam 41 karung yang ditumpuk bersama-sama dengan beras,” kata Arman.

Untuk Saat ini kapal pembawa narkoba itu masih berada di Lanal Batam. Arman mengatakan aparat melanjutkan penggeledahan di kapal dengan empat awak yang berkewarganegaraan Taiwan itu untuk menemukan barang bukti lainnya.

“Untuk pengembangan dan penyidikan kasus ditangani oleh BNN Pusat,” tutur Arman. (LD/ARN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here