Ilustrasi

SAMARINDA, Limadetik.com – Ledakan tabung elpiji 12 kg mengakibatkan sekeluarga mengalami luka bakar serius.

Bahkan salah satu korbannya meninggal dunia setelah sempat mendapati perawatan di rumah sakit, Senin (26/2/2018) pagi.

Nadira Zahra (2) tak dapat bertahan, kendati sudah mendapatkan perawatan intensif di RSUD AW Syahranie.

Balita tersebut meninggal dunia setelah mendapati 72 persen luka bakar di sekujur tubuhnya.

Sejak Nadira dirujuk ke rumah sakit milik Pemprov Kaltim itu–setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di RS Dirgahayu–kondisi balita tersebut memang tidak stabil.

Pasalnya, saat kejadian itu korban yang tengah digendong ibunya (Murkiyah) berada dekat dengan kompor. Karena pada saat itu ibu korban hendak menyalakan kompor untuk memasak.

“Sekitar pukul 05.30 Wita balita usia 2 tahun korban ledakan elpiji meninggal dunia. Korban memang mengalami luka bakar hampir di seluruh tubuhnya, yang membuat korban tidak dapat bertahan. Pagi tadi sudah dikebumikan,” ucap Kepala Unit Humas RSUD AW Syahranie, dr Muhammad Febian Satrio, Senin (26/2/2018).

Murkiyah (31) ibu korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, dengan luka bakar mencapai 72 persen.

Namun kondisinya tergolong stabil dan dalam keadaan yang sadar.

“Ibunya stabil dan sadar, luka bakarnya juga sama dengan anaknya, saat ini masih menjalani perawatan,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, warga di sekitar Jalan Teratai, RT 38, Sungai Kunjang, dibuat panik dengan adanya bunyi ledakan yang sangat keras, Minggu (25/2/2018) pagi.

Bahkan akibat ledakan tersebut, mengakibatkan rumah bangsalan yang ditempati oleh Mahyuni (43) dan tiga anggota keluarganya, yakni Murkiyah (istri), serta dua anaknya Mustanniah (9) dan Nadira Zahra (2), porak poranda.

Bahkan dinding rumah sampai retak-retak dan atap rumah jebol.

Keempatnya pun mengalami luka bakar serius dan memerlukan perawatan intensif.

Kepolisian dari Polsekta Sungai Kunjang telah mengamankan barang bukti berupa elpiji 12 kg, kompor dan selang gas guna penyelidikan lebih lanjut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here