Anggota Dewan Ini Prihatin Kalangan Remaja Kalsel Rentan Terlibat Bisnis Narkoba

BANJARMASIN, Limadetik.com — Baru – baru ini pihak kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan berhasil mengamankan seorang pengedar narkotika jenis sabu. Mirisnya, pelaku tersebut berusia dibawah umur, 15 tahun.

Di Banjarmasin memang banyak ditemukan anak-anak menggunakan narkoba. Lingkungan menjadi salah satu faktor yang kemudian dimanfaatkan bandar narkoba mengedarkan barang haramnya.

Semakin maraknya peredaran narkotika itu menjadi perhatian serius berbagai kalangan, tak terkecuali oleh anggota Dewan yang duduk menjadi wakil rakyat.

Anggota DPRD Banjarmasin Mathari, S.Ag mengatakan, narkoba telah menjadi masalah bersama. Semua pihak ikut bertanggung jawab, karena persoalan ini sudah sangat serius, dan bahkan Indonesia sudah darurat narkoba. Pemerintah tidak cukup hanya dengan Direktorat Reserse Narkoba, kemudian didirikan Badan Narkotika Nasional (BNN), bahkan tidak hanya di dua lembaga ini.

“Narkoba ini persoalan serius, dan harus menjadi perhatian semua kalangan, apalagi sudah menyasar anak-anak muda,” kata Mathari saat dihubungi via pesan WhattsApps, Kamis (5/7/2018).

Politisi PKS ini mengaku tidak mudah untuk memberantas peredaran narkotika. Dibutuhkan komitmen seluruh pihak untuk memberantasnya. Karena sangat tidak mungkin permasalahan narkoba selesai dengan satu lembaga.

“Nah, kata kunci narkoba adalah keluarga. Paling efektif adalah keluarga dengan sejak dini memantau keluarga kita masing-masing. Visinya ya Kalsel bebas narkoba lewat keluarga,” ujarnya.

Penggunaan anak menjadi pengedar, kata Mathari, sebagai modus bandar memuluskan bisnisnya. Anak-anak jarang dicurigai kepolisian ketika membawa sabu ataupun jenis narkoba lainnya.

“Peran serta masyarakat adalah dengan memberikan informasi sekecil apapun apabila menemukan peredaran dan pemakaian. Kita harus berkomitmen memberantas narkotiba jenis apapun itu,” tegasnya.

Orangtua atau masyarakat memiliki peranan penting untuk memutus mata rantai peredaran narkoba. Salah satunya dengan membekali anak atau generasi muda dengan pemahaman agama (Islam) yang kuat.

Agama harus benar-benar ditanamkan sebagai benteng agar anak tidak terjerumus dalam  mengonsumsi barang haram tersebut. Sebab, agama mengajarkan agar umat-Nya menjauhi sesuatu yang buruk dan memabukkan.

“Dan narkoba jelas masuk dalam sesuatu yang memabukkan dan membuat orang candu dan sangat membahayakan karena bisa mematikan,” pungkasnya. (edoz/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here