Angka Kematian Ibu Melahirkan di Sumenep Naik 4 Persen

Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr. Fatoni

SUMENEP, Limadetik.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur perlu meningkatkan pelayanan kesehatan. Pasalnya, angka kematian ibu melahirkan setiap tahun terus meningkat.

Buktinya, sesuai catatan di Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati 2017 yang disampaikan Bupati A. Busyro Karim di rapat paripurna DPRD, pada tahun 2016 jumlah ibu meninggal dunia saat melahirkan sebanyak 50 orang.  Pada tahun 2017 sebanyak 54 orang.

Hal itu berbeda dengan data di Dinas Kesehatan setempat. Menurut Kepala Dinas Kesehatan, dr. Fatoni, angka kematian ibu melahirkan pada tahun 2016 sebanyak 11 orang dan pada tahun 2017 sebanyak 12 orang.

“Angka kematian ibu melahirkan naik 4 persen. Hal itu dikarenakan kurangnya asupan gizi saat hamil. Biasanya terjadi karena pada awal ibu hamil itu sering mengalami muntah-muntah sehingga tidak doyan makan. Itu yang menyebabkan kurangnya asupan gizi,” katanya, Senin (16/4/2018).

Pria berkaca mata ini mengungkapkan, yang rentan terjadi ibu meninggal dunia saat melahirkan itu terjadi pada kelahiran anak pertama dan kelahiran anak ketiga atau lebih.

“Pada waktu tersebut harus diwaspadai oleh ibu hamil. Ketika kelahiran anak pertama itu bisa jadi karena belum pengalaman dan umurnya muda. Begitu juga bisa terjadi bagi ibu melahirkan anak yang sudah lebih dari tiga,” bebernya.

Hanya saja, pihaknya mengklaim meningkatnya angka kematian ibu melahirkan itu bukan disebabkan oleh fasilitas kesehatan yang kurang maksimal. Saat ini setiap desa sudah ada tempat pelayanan kesehatan yang siap melayani ibu hamil termasuk melayani saat ibu mau melahirkan.

“Bahkan ada satu desa, seperti di Kecamatan Kota yang satu desa memiliki empat pelayanan kesehatan. Jadi yang perlu diperhatikan, asupan gizi bagi ibu hamil itu dan sering konsultasi ketika ada persoalan dengan kandungannya,” sarannya. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here