Ardi Meninggal Dunia Setelah Terseret Arus Sungai Cimanuk Bersama Temannya

ilustrasi foto orang tenggelam@google

GARUT, Limadetik.com – Berenang disungai Cimanuk Kabupaten Garut,Jawa Barat Ardi dan temannya Galang terseret arus sungai,akibatnya Ardi pun meninggal dunia walau temannya Galang pingsan setelah terseret arus sungai beberapa namun masih bisa diselamatkan,Minggu (21/1/2018).

Tubagus Agus Sofyan Selaku Kepala Seksi Penyelamatan non-Kebakaran pada Dinas Pemadam Kebakaran, Kabupaten Garut, Jawa Barat,mengatakan korban bernama Galang dan Ardi (11) yang berenang tidak jauh dari rumahnya Kampung Jangkurang, Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota.

“Kita terima Informasi bahwa ada dua orang anak yang hanyut yaitu bernama Galang dan Ardi,” katanya seperti dilansir Merdeka, Senin (22/1/2018).

Tubagus mengatakan, Keduanya berenang di Sungai sekitar pukul 11.30 WIB bersama sejumlah anak lainnya, kemudian tanpa diduga arus sungai deras dan menghanyutkan dua anak tersebut.

Menurut dia, kondisi arus sungai di lokasi kejadian sedang deras dan dalam sehingga berpotensi mengancam keselamatan manusia yang berada di kawasan tersebut.

“Saat keduanya renang, memang kondisi air di Sungai Cimanuk sedang lumayan deras, dan ketinggiannya cukup dalam,” katanya.

Ia menyampaikan, tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan sejumlah petugas terkait bersama masyarakat langsung melakukan pencarian korban dengan menyusuri sungai.

Seorang korban, Galang, kata Tubagus, berhasil ditemukan dalam kondisi pingsan karena terlalu banyak meminum air dan sempat terseret sejauh 50 meter.

“Korban atas nama Ardi berhasil ditemukan oleh regu penyelamat dalam kondisi sudah meninggal dunia. Kemungkinan Ardi terbawa ke dalam arus air sehingga banyak meminum air dan kehabisan napas,” katanya.

Tubagus mengimbau masyarakat yang berada di sekitar sungai untuk sementara tidak beraktivitas di sungai karena kondisi sungai sedang deras dan mengancam keselamatan manusia.

Dirinya melanjutkan, masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan saling mengawasi dan memberitahukan kepada warga lainnya agar tidak menjadi korban akibat terbawa arus Sungai Cimanuk.

“Pokoknya kita harus lebih waspada dan hati-hati,sebab musibah itu tidak bisa diprediksi, tapi setidaknya semuanya bisa mewaspadai dengan melakukan hal-hal yang bisa dilakukan, semoga dengan adanya kejadian ini menjadi pengingat kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua agar menjaga anaknya,” katanya.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here