Ayatullah Khamenei : Dalang dan Otak Dari Kerusuhan di Iran Adalah AS-Saudi

Ayatullah Khamenei

Rabu, (10/01/2018)

QOM, Limadetik.com – Dalam komentar pertamanya mengenai demonstrasi baru-baru ini di Iran, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada 9 Januari menuding Amerika Serikat, Israel dan Arab Saudi telah merencanakan kerusuhan tersebut.

Dalam sebuah pidato di kota suci Qom pada 9 Januari, Khamenei sebagaimana dilaporkan Al-Monitor, bereaksi terhadap demonstrasi tersebut, dengan membedakan antara mereka yang menyatakan keberatan dengan damai dan mereka yang dilaporkan menghancurkan harta benda publik.

“Mengenai kejadian baru-baru ini, ada berbagai analisis,” kata Khamenei. “Ada titik benar yang biasa dilakukan: yaitu, memisahkan tuntutan jujur dan benar rakyat, dari gerakan kekerasan dan perusakan oleh kelompok tertentu. Keduanya harus dipisahkan.”

Khamenei mengatakan kepada kerumunan masyarakat di Qom bahwa mereka yang melakukan protes dengan berkumpul untuk mengungkapkan keprihatinan mereka, adalah satu hal, sementara sejumlah orang yang menyusup dalam pertemuan ini, dan menyalahgunakan dasar diadakannya pertemuan ini untuk menghina Alquran, menghina Islam, menghina bendera, membakar masjid, melakukan sabotase atau mengacaukan negara adalah hal lain. Keduanya tidak boleh dicampur.

“Siasat tersebut dibuat oleh Amerika dan Zionis [Israel]. Mereka telah merencanakan selama berbulan-bulan untuk memulai kerusuhan di kota-kota kecil dan akhirnya bergerak ke arah pusat. Uang (pendanaan) diberikan oleh sebuah negara kaya di dekat Teluk Persia, ” lanjut Pemimpin tertinggi Iran tersebut mengisyaratkan Arab Saudi, menambahkan, “Sisi ketiga dari segitiga ini adalah antek-antek AS yang patuh yaitu Mujahidin-e-Khalq, sang pembunuh, MEK.”

Menanggapi cuitan Trump yang menggebu-gebu dalam mencampuri urusan Iran terkait protes, Khamenei mengatakan, “Presiden AS mengatakan Republik Islam Iran takut dengan kekuatan mereka. Well, Jika kami begitu ketakutan terhadap kalian, bagaimana kami bisa menendang kalian keluar dari Iran pada akhir 70-an dan menjadikan kalian untuk berkemas keluar dari seluruh kawasan di tahun 2010?”menambahkan,” Presiden AS mengatakan orang-orang Iran lapar. Tidakkah mereka melihat 50 juta atau lebih rakyat Amerika kelaparan di Amerika Serikat? Orang-orang Iran selama ini telah menjalani kehidupan bermartabat dan terhormat, dan dengan rahmat Allah, masalah ekonomi mereka akan terpecahkan. “

Khamenei melanjutkan, “Pejabat AS mulai berbicara omong kosong: Presiden AS mengatakan bahwa negara Iran ketakutan terhadap rakyatnya. Tidak. Republik Islam Iran lahir dari rakyat ini. Republik ini untuk rakyat dan bergantung pada mereka. Mengapa harus takut pada mereka? Jika bukan karena orang-orang ini, tidak akan ada RII.”

Bersumpah untuk membalas, Khamenei mengacu pada Gedung Putih, mengatakan, “Para penguasa Amerika Serikat, pertama-tama, tahu bahwa mereka tidak berhasil mencapai tujuan mereka: Mereka mungkin akan mencoba mengulanginya, tapi mereka tahu bahwa mereka tidak akan pernah dapat mencapainya. Kedua, mereka berusaha menghancurkan kita selama beberapa hari terakhir, mereka tahu akan ada semacam pembalasan. Ketiga, pria yang duduk di kepala Gedung Putih ini, meski kelihatannya sangat tidak stabil, harus menyadari bahwa episode ekstrim dan psikotik ini tidak akan dibiarkan tanpa tanggapan.”

(ARN/LD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here