Biadab.!! Serangan Brutal Saudi Bakar Hidup-hidup 2 Bocah Tak berdosa di Yaman

korban kebrutalan pasukan arab saudi

HUDAYDAH, Limadetik.com – Serangan brutal pasukan Arab Saudi ke Yaman telah membakar hidup-hidup dua bocah,Abduh dan Ahmed Mohammed Dali, adalah termasuk tepatnya di distrik Garrahi/Jarahy di provinsi Hudaydah Yaman.

Kedua anak laki-laki kakak beradik ini sedang berbelanja ke sebuah toko di pasar tersebut sesaat sebelum serangan udara koalisi Saudi membombardir toko dan membakar kedua bocah itu hidup-hidup, hingga keduanya tewas dalam kondisi mengenaskan.

Nasser Arrabyee, seorang jurnalis Yaman mengatakan bahwa keduanya, Abduh dan Ahmed, adalah anak-anak dari Mohammed Dali. Dengan meninggalnya mereka, kini Mohammed Dali tidak memiliki seorang anakpun.

Sebuah laporan lain menyebut bahwa disaat kejadian Mohammed Dali juga ikut menjadi korban tewas, namun hal itu belum bisa dikonfirmasi.

Anak-anak merupakan pihak yang paling menerima beban berat selama kampanye mengerikan Arab Saudi terhadap tetangga selatannya ini. Para aktivis, pekerja badan-badan bantuan serta aktivis HAM termasuk Save The Children pada 20 Desember lalu yang bertepatan dengan 1000 hari agresi Saudi, telah mendesak kekuatan dunia untuk mengakhiri konflik yang selama ini “terlupakan” di Yaman.

Mereka mengeluhkan betapa gambar-gambar anak-anak korban perang, yang kelaparan sampai meninggal dunia telah gagal memacu masyarakat internasional untuk mengakhiri krisis kemanusiaan terburuk di dunia ini, yang oleh badan amal telah diperingatkan terus memburuk dari hari ke hari.

“Ada hal-hal yang bisa terjadi besok yang bisa menghentikan anak-anak meninggal dunia,” kata Caroline Anning, penasihat senior Save the Children yang baru-baru ini pergi ke Yaman, sebagaimana dikutip dailymail.

“Mengingat kedalaman penderitaan dan fakta bahwa penderitaan itu sepenuhnya adalah buatan manusia, kita belum memiliki tingkat perhatian internasional terhadap Yaman sebagaimana seperti yang seharusnya kita lihat.”

Badan amal Inggris itu memperkirakan 50.000 anak-anak telah meninggal sia-sia pada akhir tahun ini, dengan blokade yang melumpuhkan di pelabuhan dan bandar udara yang memperparah kekurangan pangan dan wabah kolera yang mempengaruhi hampir satu juta orang. (ARN/LD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here