Bravo Komando.!! Diusiamu ke 66 Tahun Jayalah Selalu

JAKARTA, Limadetik.com – Bravo Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di usia mu yang ke 66 tentunya bukanlah usia yang muda, sudah banyak prestasi yang ditorehkan terutama dalam menjaga kedaulatan Indonesia Senin, (16/4/2018).

Pasukan elite ini pertama kali muncul pada 16 April 1952 dengan nama Kesatuan Komando Tentar Territorium III/Siliwangi (Kesko TT) pimpinan Kolonwl AE Kawilarang saat menumpas gerakan Republik Maluku Selatan. Dari sinilah, embrio pasukan khusus TNI AD terbentuk,walau dalam perjalanannya sudah berapa kali berganti nama,namun semangat juang nya semakin menggelegar.

Kesko TT kemudian berkembang dan berganti nama menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD) pada 18 Maret 1953, Resiman Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) pada 25 Juli 1955, Pusat Pasukan Khusus AD (Puspassus AD) pada 12 Desember 1966, Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) pada 17 Februari 1971, dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada 26 DEsember 1986 hingga sekarang.

Kopassus memiliki beberapa satuan, yakni Grup 1/Para Komando, Grup 2/Para Komando, Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus), Grup 3/Sandi Yudha, dan Satuan 81/Penanggulangan Terorisme (Sat 81/Gultor).

Sebagai pasukan khusus, Kopassus tumbuh dan berkembang menjadi salah satu satuan yang disegani di dunia internasional. Sejumlah operasi penyelamatan sanderan hingga penumpasan teroris. Anggota Kopassus memang dibekali keahlian bertempur di segala medan baik di kota, hutan, gunung, hingga rawa.

Beberapa operasi yang dilakukan Kopassus di antaranya, operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, operasi pembebasan sandera perompak Somalia.

Di samping itu, satuan dengan moto Tribuana Chadraca Satya Dharma ini selalu hadir dalam setiap operasi penanggulangan bencana di berbagai daerah.

Nama besar Korps Baret Merah ini memang sangat disegani hingga kini. Tak ayal, Kopassus selalu dikaitkan dengan politik dan kekuasaan.
Pada 1998, Kopassus dikaitkan dengan aktivitas Tim Mawar. Tim ini disebut-sebut sebagai dalang sejumlah penculikan dan penghilangan nyawa aktivitas pro demokrasi saat itu, termasuk kerusuhan Mei 1998.
11 orang yang diduga menjadi anggota Tim Mawar disidang dan 6 orang di antaranya dipecat. Tapi, nyatanya hanya 1 prajurit saja yang benar-benar dipecat, sedangkan 5 orang lagi melanjutkan karier sebagai prajurit TNI AD.
Tak bisa dipungkiri, Kopassus bisa dikatakan sebagai salah satu tempat munculnya perwira-perwira potensial TNI AD. Bahkan para jenderal lulusan Kopassus terus berkiprah di dunai politik.

Misalnya, Benny Moerdani, Sintong Pandjaitan, Yunus Yosfiah, Agum Gumelar, Hendropriyono, Prabowo Subianto, dan Luhut Binsar Pandjaitan.

Memasuki usia ke-66, Kopassus terus berbenah diri dan bertransformasi sebagai pasukan elite yang profesonal, tangguh, dan dicintai rakyat. Kini, tak ada kesan mengerikan lagi bila masyarakat melihat Korps Baret Merah ini.

Perayaan HUT ke-66 Kopassus di Mako Kopassus Cijantung, Jakarta Timur juga digelar secara sederhana. Sejumlah tokoh senior hingga mantan Danjen Kopassus diundang dalam perayaan HUT ke-66 ini, termasuk Prabowo Subianto dan Luhut Binsar Pandjaitan. (yd/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here