Cabuli 8 Siswa, Jumadi Oknum Guru SDN Sumberanyar Situbondo Dijebloskan Kepenjara

Tersangka JMD oknum Guru pria asal warga Desa Sumberanyar, Situbondo yang diduga cabuli 8 anak dibawah umur

SITUBONDO, Limadetik.com – Jadi perbincangan hangat dan menggelikan. Saat seorang Guru yang sebagai pendidik, panutan serta melindungi anak didiknya sekaligus sebagai orang tua kedua di sekolahnya. Namun hal itu berbanding terbalik.

Pasalnya, oknum Guru di salah satu SDN di Desa Sumberanyar Situbondo ini diduga cabuli 8 anak didiknya. sungguh sangat ironis sekali oknum guru yang berperilaku bejat Pria asal Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo yang berinisial JMD ini.

Hal itu sudah dibayar oleh perilakunya sendiri yang akhirnya usai sudah, JMD ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polres Situbondo pada Jumat, (9/2/2018) Sore. Diduga kuat telah mencabuli 8 muridnya sendiri, dan saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Situbondo.

Kasubag Humas Polres Situbondo Ipda H. Nanang Priyambodo, S.Sos, membenarkan,bahwa seorang oknum Guru disalah satu SDN sumberanyar situbondo telah melakukan perbuatan cabul terhadap 8 siswa nya sendiri dan sedang ditangkap pihak kepolisian situbondo.

“Penetapan status tersangka pada pelaku inisial JMD. Perkembangan kasus perbuatan asusila anak dibawah umur. Kemarin Kamis, (8/2/2018) sore terlapor sudah ditangkap dan diperiksa”.ungkap Nanang.

Nanang menambahkan, “Terlapor ditingkatkan statusnya jadi tersangka dan untuk selanjutnya dilakukan penahanan.Berikutnya  akan ditingkatkan penyidikan dan menambah saksi-saksi”.tuturnya.

Menurut Nanang, “Jika korban asusila ada 8 orang. Hanya yang di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) 7 (Tujuh) orang. Namun yang satu masih belum menerima perbuatan yang dilakukan tersangka. Butuh waktu untuk menyelidikinya lebih lanjut,” beber Kasubag Humas Polres Situbndo ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Limadetik.com hari ini juga dilangsungkan pemeriksaan terhadap para korban. Diperoleh informasi bahwa pemeriksaan terhadap para korban yang merupakan anak di bawah umur membutuhkan suasana psikologis yang baik. Sehingga waktunya relatif lebih panjang sejak awal pelaporan. (Aka/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here