Cuaca Ekstrem, Nelayan di Sumenep Enggan Melaut

SUMENEP, Limadetik.com – Sejak dua pekan terakhir ini cuaca di wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur tidak normal. Akibatnya, sejumlah nelayan enggan untuk melaut.

Apalagi, pekan lalu dua nelayan asal Desa Longos, Kecamatan Gapura jadi korban cuaca ekstrem. Mereka ditemukan dalam kondisi kaku di perairan setempat.

“Kami sudah dua minggu tidak melaut, karena cuaca tidak mendukung,” kata nelayan asal Desa Dapenda, Kecamatan Batang-batang, Ra Mawi (48), Rabu (6/12/2017).

Menurutnya, selama cuaca tidak memungkinkan untuk mencari ikan, para nelayan memanfaatkan waktu memperbaiki perahunya yang bocor atau memperbaiki alat tangkapnya.

Pihaknya hanya bisa berharap agar cuaca kembali norman. “Apabila cuaca buruk ini tidak segera norman, bisa-bisa dapur tidam ngepul,”ucapnya sambil tertawa kecil.

Senada disampaikan, nelayan asal Kecamatan Ambunten, Ahmad Rasyid (37) bahwa dua pekan terakhir tidak.melaut. Kalau pun ada yang memaksakan diri melaut, mereka hanya mencari ikan tidak jauh dari pinggir pantai.

“Ya dari pada harus mengorbankan nyawa, lebih baik kami tidak melaut dulu. Nanti setelah cuaca normal, baru kembali melaut,”katanya.

Banyaknya nelayan yang tidak melaut berpengaruh terhadap naiknya harga ikan laut. “Sebenarnya harga ikan laut naik, karena minimnya tangkapan. Dari biasanya satu keranjang ikan pindang Rp 50 ribu, kini bisa mencapai Rp 75 ribu per keranjang,”tukasnya. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here