Daftar Tunggu Jamaah Haji Yogyakarta Meningkat Hingga 2038

Red: Rudy

Ilustrasi

YOGYAKARTA, Limadetik.com — Daftar tunggu haji di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga 2038. Calon haji yang mendaftar pada 2018 akan diberangkatkan 20 tahun mendatang.

“Daftar tunggunya panjang sekali ya memang yang berminat mendaftar semakin meningkat,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DIY, Lutfi Hamid di Yogyakarta, Kamis (5/7).

Menurutnya, Kemenag hingga saat ini terus mengupayakan daftar tunggu yang terlalu panjang tersebut bisa diperpendek dengan mengupayakan tambahan kuota pada tahun-tahun mendatang. “Kami selalu mencoba mencari celah agar (daftar tunggu haji) bisa diperpendek,” ujar dia.

Ia mengemukankan sangat memungkinkan Kemenag melakukan diplomasi dengan negara-negara lain yang jumlah kuota hajinya masih banyak tersisa. Meski demikian, khusus calon haji lanjut usia (lansia) dengan usia minimal 75 tahun dapat mengajukan prioritas percepatan keberangkatan.

“Yang melakukan percepatan itu untuk sementara didominasi warga di perkotaan, kalau di perdesaan khususnya di luar Jawa masih kesulitan mendapatkan akses itu belum lagi kalau ada gangguan jaringan,” kata dia.

Untuk keberangkatan tahun ini,  ia menyebutkan sebanyak 3.131 calon haji yang 25 orang diantaranya merupakan petugas daerah. Mereka rata-rata telah mendaftar sejak 2011 lalu, namun demikian ada pula yang sudah mendaftar sejak 2008, namun baru bisa berangkat tahun ini karena beberapa hal.

“Untuk tahun ini haji lansia mencapai 20-25 persen dengan rentang usia 65-70 tahun ke atas,” kata Lutfi.

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengatakan daftar tunggu yang terlalu lama tersebut merupakan realitas yang tidak bisa dihindari. Indonesia sebagai negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia tetap harus patuh dengan aturan kuota yang sudah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.

“Tapi yakinlah mungkin besok ada upaya-upaya penambahan kuota. Seperti kita ketahui di luar negara muslim seperti Inggris atau Jepang rata-rata kuota hajinya sisa-sisa mungkin ada pembicaraan atau diplomasi agar Indonesia bisa menambah,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here