Delapan Hari Pasca Ledakan di Pulau Kramian Sumenep, Polisi Belum Bisa Olah TKP

foto rumah korban di kramian masalembu sumenep

SUMENEP, Limadetik.com – Ledakan yang menghancurkan rumah Aswandi (37) warga Dusun Air Hidup, Desa/Pulau Kramian, Kecamatan/Pulau Masalembu, Sumenep, Jawa Timur,  hingga kini belum dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh polisi.

Pasalnya, hancurnya rumah yang disebabkan ledakan potas Hingg kini polisi belum bisa mendatangi TKP. Karena di Pulau Masalembu cuaca belum bersahabat. Sedangkan jarak tempuh dari Pulau Masalembu ke Pulau Kramian sekitar 5 jam perjalanan laut.(baca juga :Rumah Kadus di Pulau Kramian Masalembu Meledak)

“Untuk kasus potas di Pulau Kramaian, sampai saat ini polisi belum bisa ke TKP. Karena ombak besar dan perahu tidak berani berlayar. Jadi untuk olah TKP nunggu cuaca baik,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP. Abd Mukit, Jum’at (16/2/2018).

Sumenep ini terdiri dari 126 pulau. Masalembu termasuk salah satu pulau yang jauh dari wilayah daratan. Dari Pelabuhan Kalianget (daratan) menuju Masalembu membutuhkan perjalanan laut 14 jam.

Sebelumnya, sejumlah warga setempat dikagetkan dengan ledakan di rumah Aswandi. Akibat ledakan tersebut, rumah Kepala Dusun Air Hidup mengalami rusak ringan.

“Beruntung ledakan itu tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya mengalami kerusakan ringan,” kata Abd Mukit,Sabtu (10/2/2018) yang lalu.

Mantan Kapolsek Batang-batang menjelaskan, berdasarkan keterangan Kepala Desa Kramian, Herman, ledakan tersebut diduga terjadi karena disebabkan konflik Aswandi dengan Ikbal, warga setempat. Konflik terjadi akibat Ikbal mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan.

“Namun motif utama masih belum pasti, kasus masih dalam proses penyelidikan,” tukasnya. (Hoki/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here