Dialog Publik Oleh FKDU Dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Desa Trigonco Situbondo

SITUBONDO, Limadetik.com – Jaringan Komunikasi Dzurriyah Usman Forum Komunikasi Dzurriyah Usman (FKDU) menggelar “Dialog Publik” Dalam Rangka Mengembangkan Semangat Di Tahun 2018″ mari kita Gali Keberhasilan Presiden Jokowi & Kita Dukung Program Pro Rakyat.

Dilaksanakan pada hari Jum’at, (26/01/2018) pukul 13.00 – 16.30 wib di Gedung Serbaguna Jalan Seruni 03 RT01 RW IV Trigonco Selatan Taman Kota, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo.

Yang hadir dalam acara tersebut ada 100 peserta diantaranya tokoh keagamaan, tokoh ormas kepemudaan, tokoh mahasiswa dan mahasantri, perwakilan pelajar serta santri.

Adapun sebagai narasumber:
1. H. Ilyas Rollis. M. Si (Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya);
2. Narwiyoto. SH (Ketua DPC PDIP Kab. Situbondo);
3. Drs. Rushadjanto (Ketua Umum Forum Kebangsaan)
4. Mohammad Ali Sya’ban (Moderator).

Hasil kerja pemerintah Jokowi-JK selama 3 tahun terakhir diantaranya ada 40 program yang sudah terealisasi.

Narwiyoto, SH menjelaskan, “Melalui Dialog santai tema (Dengan Semangat Sumpah Pemuda Marilah Kita Gali Keberhasilan Presiden Jokowi & Kita Dukung Program Yang Pro Rakyat). Ini adalah bentuk dukungan yang mensejahterakan rakyat dan sudah dirasa sampai ke penjuru Indonesia dalam 3 tahun terakhir”.

“Dalam 3 tahun pemerintahan Presiden Jokowi sudah jelas banyak yang berhasil, mari kita dukung apa yang menjadi harapan rakyat. Dengan programnya yang pro rakyat”, ujar Totok panggilan akrabnya sekaligus sebagai Anggota DPRD Situbondo.

Ketua Panitia Pelaksana, Fadhel Moubharok IF mengatakan, “Dialog Publik yang diadakan oleh Forum Komunikasi Dzurriyah Usman “Jaringan Lintas Kultural” ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah yang pro rakyat serta keberhasilan selama 3 tahun pimpinan Bapak Presiden Jokowi”.

“Seperti halnya Tingkat optimisme terhadap kemampuan pemerintah meningkatkan pembangunan infrastruktur. Menurut hasil survei Centre For Strategic and International Studies (CSIS). Tingkat kepuasaan publik masih tinggi”, jelas Fadhel. (Aka/Ozi/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here