DPRD Banjarmasin Ucapkan Belasungkawa Atas Tragedi Laka Laut di Perairan Sumenep

Mathari, S.Ag anggota DPRD Kota Banjarmasin asal Pulau Kangean

BANJARMASIN, Limadetik.com – Peristiwa naas terbaliknya perahu kayu KM. Kota Baru yang membawa 34 siswa/siswi Mts dan MA Pondok Pesantren Abu Hurairah di perairan Pulau Sapeken, Madura pada Kamis (8/3) pukul 14.45 wib mendapat perhatian dari berbagai kalangan, baik yang berada di Kabupaten Sumenep maupun dari kota lainnya.

Berita terkait: 

Ucapan duka juga terus mengalir terhadap keluarga korban meninggal dunia, Seperti yang disampaikan oleh anggota DPRD Kota Banjarmasin, Mathari, S.Ag.

Wakil rakyat dari F-PKS itu mengucapkan belasungkawa dan simpati yang ditujukan kepada seluruh korban baik korban meninggal ataupun luka dalam kecelakaan laut yang telah menewaskan 5 santri Ponpes Abu Hurairah.

Baca: Polisi Sebut Perahu Naas di Sumenep “Overload”

“Saya pribadi mengucapkan belasungkawa dan keprihatinan yang sangat mendalam kepada para korban atas musibah yang terjadi di pulau Sapeken,” ujar pria kelahiran Kabupaten Sumenep itu saat ditemui Limadetik.com diruang kerjanya.

Dirinya mengatakan musibah dapat saja terjadi kepada siapapun dan kapanpun, atas kehedak Allah SWT. Oleh karenanya ia berharap para korban luka maupun keluarga korban yang ditinggalkan diberikan ketabahan atas musibah tersebut. “Semoga keluarga diberikan ketabahan untuk menerima cobaan ini,” lanjutnya.

Baca: Berita foto : Mengenal Ke 4 Wajah Korban Perahu Naas di Sapeken Yang Belum Ketemu

Terkait dengan penanganan kasus kecelakaan tersebut, Alumni Ponpes Salafiah Syafi’iah Sukorejo itu mengaku menyerahkan seluruh prosesnya kepada pihak yang berwenang, terlebih kecelakaan laut tersebut terjadi diwilayah Kabupaten Sumenep. Dirinya berharap penyebab kecelakaan tersebut dapat terungkap secara jelas agar dapat dijadikan bahan evaluasi.

“Berdasarkan informasi yang saya peroleh, rombongan siswa dan siswi Ponpes Abu Hurairah ini akan mengikuti pengajian rutin di pulau Sepanjang. Niat mulia para santri itu harus terhenti akibat minimnya sarana transportasi yang memadai di kepulauan,” sesalnya.

Mathari juga mendesak pemerintah Kabupaten Sumenep untuk segera memperbaiki dan menyediakan fasilitas penyeberangan antar pulau yang memadai agar musibah itu tidak terulang lagi.

“Peristiwa perahu naas ini dapat menjadi peringatan bagi pemerintah Sumenep untuk mengantisipasi terulangnya insiden tersebut, dengan memperhatikan alat keselamatan transportasi laut. Mengingat di Kabupaten Sumenep sendiri terdapat hampir 130 pulau kecil,” harapnya.

Untuk diketahui, 34 santri Ponpes Abu Huraiah yang hendak mengikuti pengajian di desa Tanjung Kiaok Pulau Sepanjang mengalami peristiwa naas setelah perahu kayu yang ditumpanginya dihantam ombak dan hampir terbalik pada hari Kamis (8/3) sekitar pukul 14.45 WIB.

Kecelakaan laut itu terjadi di sebelah barat Pulau Saredeng Besar, desa Sasiil usai terhempas ombak hingga membuat posisi perahu miring kesebelah kiri. Kejadian itu membuat sebagian penumpang terjatuh ke laut.

Dari 34 penumpang perahu naas itu, 12 korban selamat di rawat di puskesmas Sapeken, 3 korban kritis di rujuk ke salah satu rumah sakit yang ada di pulau Bali, sedangkan 1 korban meninggal dunia dan 4 lainnya masih dalam pencarian Basarnas dan nelayan setempat. (ed/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here