DPRD Sumenep Sebut Banyak Tambak Udang Tak Miliki UKL-UPL

Kantor DPRD Sumenep

SUMENEP, Limadetik.com – Komisi III DPRD Sumenep, Jawa Timur menguak banyaknya tambak udang yang tidak memiliki Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL). Hal itu sebagai bukti lalainya pengusaha tambak terhadap aturan yang ada.

“Berdasarkan hasil rapat dengan DLH (Dinas Lingkungan Hudup) banyak pengelola tambak yang belum memiliki UKL-UPL,” kata anggota Komisi III DPRD Sumenep, Moh Ramsi, Kamis (25/1/2018).

Berdasarkan data yang dikantongi, dari 55 hektar tambak udang, semuanya dikuasai oleh investor yang berasal dari luar Madura.

Ia meminta agar pengelola tambak udang segera mengurusnya. Sebab UKL-UPL merupakan kewajiban bagi pengelola tambak.

“Karena biasanya sih salah satu yang direkomendasikan dalam UKL-UPL itu, setiap tambak udang harus memiliki Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL). Fungsinya untuk mengendapkan air limbah sebelum dibuang ke laut. Sementara limbahnya bisa digunakan sebagai pupuk,” terangnya.

Dari itu, ketika tambak udang tak memiliki IPAL, menurutnya sudah pasti melanggar aturan. Sanksinya bisa sampai kepada pencabutan izin prinsip.

“Prinsipnya air limbah tidak boleh langsung dibuang ke laut begitu saja. Harus diendapkan dulu melalui IPAL tersebut. Agar tidak mengotori laut,” tukasnya.

(Hokiswd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here