Dugaan Pungli Sertifikat Prona Muncul di Desa Wonokoyo Situbondo

Red: Rudy

Balai Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur

SITUBONDO, Limadetik.com – Desa Wonokoyo Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo, Jatim, warga mengeluhkan adanya pungutan uang atas pembuatan sertifikat gratis program Prona (Program Nasional Agraria) diduga ada pungutan liar (Pungli). Sabtu, (10/03/2018).

Warga yang mengurus sertifikat Prona ini kabarnya ditarik biaya oleh pihak Pemerintah Desa Wonokoyo Rp. 600 ribu. Salah satu warga berinisial AB, dia mengaku ditarik biaya oleh KR salah satu panitia Prona, dengan alasan untuk biaya proses pengurusan dan sudah sepakati bersama.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu pemohon berinisial AM. Membenarkan pendaftar Prona ditarik biaya Rp. 600 ribu. Menurutnya, apa yang dikeluhkan puluhan warga itu memang benar adanya.

“Beberapa warga memang mengeluhkan biaya prona tersebut. Ada teman saya yang sudah bayar pada oknum panitia berinisial YT, termasuk saya diminta Rp. 600 ribu, tapi saya belum bayar ,” ujarnya salah satu warga lainnya berinisial MH kepada Limadetik.com, Jumat, (09/03/2018).

MH juga menambahkan saat ingin mendaftarkan sebagai peserta Prona tidak diterima, pasalnya harus membayar terlebih dahulu sebesar Rp. 600 ribu.

Sementara, saat dikonfirmasi oleh media ini melalui telepon selulernya, Kepala Desa Wonokoyo, Subairi, tidak menjawab atau tidak memberikan respon sampai berita ini dinaikkan. (Ozi/Aka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here