SUMENEP, Limadetik.com – Sejumlah daerah di Sumenep, Jawa Timur menjadi langganan kekeringan. Satu diantaranya Warga Dusun Tanunggu, Desa Muntorna, Kecamatan Pasongsongan.

Untuk mendapatkan air bersih, emak-emak di daerah itu harus berjuang pada musim kemarau. Sebab, para laki-laki bekerja di sawah menjadi buruh.

“Setiap musim kemarau warga kekurangan air bersih. Untuk mendapatkan air harus menunggu sampai satu atau dua hari. Karena sumber mata air sudah banyak yang kering,” kata salah satu warga setempat, Situnah, Rabu (3/10/2018).

Menurutnya di Dusun Tanunggu ada sekitar 950 warga yang kesulitan kesulitan air bersih. Sejumlah warga sebenarnya memiliki sumur, namun airnya selalu kering setiap musim kemarau. Jika ada sumber mata air, warga harus menempuh perjalanan cukup jauh.

Itupun air yang didapat tidak berbanding lurus dengan perjuangan yang mereka lalui. Buktinya, mereka hanya mendapatkan air yang keruh. Air keruh itupun masih menjadi rebutan warga.

“Kami sejak kecil mengalami kesulitan air bersih. Hingga saat ini persoalan ini belum bisa diatasi dengan baik,” keluhnya sambil menunjukkan bekas hitam yang melekat di pinggulnya akibat sering menahan timba air setiap hari.

Sementara itu, salah satu tokoh pemuda Desa Muntorna, Junaidi (30) mengaku sejak musim kemarau tiba tidak satupun warga mendapatkan bantuan air bersih, baik dari pihak swasta ataupun bantuan yang disediakan oleh pemerintah daerah.

“Tidak ada bantuan sama sekali, bahkan warga disini terpaksa mencari sumber mata air sendiri. Tapi karena keterbatasan alat selalu gagal,” katanya.

Saat ini kata Junaidi warga di warga yang tinggal di Dusun Kembangsuka dan Dusun Berkongan juga mengalami nasib yang sama.

“Kami harap ada perhatian dari pemerintah. Kasihan warga. Kuami juga warga Sumenep yang berhak mendapatkan kehidupan yang layak. Jangan karena kami ada di daerah terpencil, kemudian kami dianak tirikan,” harapnya. (hoki/rud)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here