Kadinkes Jatim : Imunisasi Vaksin Difteri Aman

PAMEKASAN, Limadetik.com – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Timur Kohar Hari Santoso langsung melakukan pengecekan setelah santer kabar adanya siswa di Yayasan Al-Falah Sumber Gayam, Kadur Kabupaten Pamekasan, yang dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami kejang kejang dan mual mual pasca menerima suntikan Vaksin Difteri.

Setelah sehari para siswa menerima penyuntikan vaksin difteri yang dilakukan di Puskesmas setempat, pada Sabtu (10/2/2018 ).namun dalam pengamatan dugaan sementara kejadian pada Siswa tersebut merupakan efek dari pemberian suntikan vaksin tersebut.

Kohar Hari Santoso Kadinkes Prov.Jatim saat menjenguk langsung siswa dampak vaksin difteri di pamkesan

Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, menyatakan bahwa Imunisasi Difteri aman bisa dilanjutkan.

Hal tersebut diutarakan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Kohar Hari Santoso, saat mengunjungi Puskesmas Kadur usai menerima laporan bahwa puluhan santri harus menjalani perawatan medis usai menerima vaksinasi difteri.

Menurutnya penyebab puluhan santri Pamekasan yang mengalami mual-mual, pusing, hingga kejang-kejang pasca diberikan suntik difteri karena efek kejiwaan para santri.

“Kami sudah melakukan evaluasi, dan hasilnya bukan karena efek imunasi tapi karena reaksi kejiwaan para santri yang takut untuk diimunisasi,” ucap Kohar Senin,(12/2/2018).

Dirinya menambahkan jika kasus mual-mual dan gejala lain pasca pemberian vaksinasi bakteri baru terjadi di kabupaten Pamekasan.

“Sementara sejauh ini baru di pamekasan hal seperti ini terjadi,untuk daerah lainnya belum pernah terjadi peristiwa semacam ini,” ungkapnya

Menurut Kohar untuk gejala kejang yang dialami sekitar 80 santri hanya persoalan psikis,Ia meminta agar masyarakat tidak was-was dan tidak menolak untuk diberikan vaksin difteri,karena vaksin tersebut sangat diperlukan dan untuk kesehatan masyarakat.

“Nantinya kita akan mengumpulkan masyarakat se Kabupaten Pamekasan untuk diberikan sosialisasi bahwa Vaksin Difteri ini aman jadi saya berharap masyarakat tidak menolak diberikan vaksin difteri,” tuturnya.

Pihaknya juga menyatakan menanggung biaya perawatan bagi para santri yang dirawat di Puskesmas maupun di RSUD Pamekasan.

“Biaya kita tanggung nanti, baik yang dirawat di Puskesmas maupun yang dirawat di RSUD, ” kata Kohar (Hen/Mer/LD).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here