Ketum DPP HKTI Fadli Zon Hadir di Acara Buka Bersama di Kalteng

PALANGKA RAYA, Limadetik.com — Acara buka puasa bersama (Bukber), yang diselenggarakan di Rujab Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), selain dihadiri Sekjend Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Ir. Sadar Subagyo Ketum DPP HKTI Fadli Zon.

Disamping Fadli Zon nampak segenap  Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota dan Provinsi Kalimantan Tengah, serta dihadiri oleh anak-anak Panti dan segenap insan pers dari berbagai kalangan media Online, Cetak dan Elektronik, Jum’at (8/6/18) Pukul 18:30 WIB.

Ketua Umum DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Fadli Zon mengatakan, bahwa Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berpotensi untuk menjadi salah satu lumbung pangan nasional, hal tersebut tentunya sangat masuk akal mengingat salah satu syarat dan suatu daerah dapat dijadikan lumbung pangan nasional adalah ketersediaan lahan, untuk Kalimantan Tengah sendiri tentu hal tersebut mendukung dengan luas wilayahnya satu setengah kali pulau Jawa.

“Kita tahu sebelumnya bahwa pada masa orde baru sudah ada pencanangan program pemerintah di sektor pertanian yakni proyek lahan gambut (PLG) sejuta hektar dan saat ini juga ada program yang mengarah kesitu,“tuturnya.

Selain itu, Fadli Zon mengatakan, disamping ketersediaan lahan tentunya kebijakan-kebijakan dan program yang berpihak kepada petani harus bisa direalisasikan, pasalnya hal tersebut akan menjamin kesejahteraan para petani yang akan berpengaruh untuk mewujudkan ketersediaan pangan.

Untuk di Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbang Kementerian) Republik Indonesia (RI) bahwa lahan pertanian yang tersedia untuk dikembangkan seluas 3.709.887 ha. Sekitar 2.661.510ha (71,7%) diarahkan untuk komoditas tanaman tahunan, 401.980 ha (10,8%) untuk komoditas tanaman semusim, dan 646.397 ha (17,4%) untuk padi sawah.

Sementara itu beberapa waktu yang lalu juga, Provinsi Kalimantan Tengah juga ditunjuk menjadi pusat padi organik. Tiga daerah terpilih sebagai lokasi pengembangannya diantaranya adalah Kabupaten Kapuas (191.027 hektare), Pulang Pisau (100.565hektare) dan Palangka Raya (6.408 hektare). Totalnya mencapai 298.000–300.000 hektare yang akan digunakan untuk pusat padi organik. (Ris/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here