Komitmen Bersama Menangkan Gus Ipul-Puti, Kiai Kampung Rapatkan Barisan

JAWA TIMUR, Limadetik.com – Perhelatan Kepala Daerah secara serentak akan digelar pada bulan juni 2018 nanti,berbagai cara pun sudah mulai dilakukan oleh para kandidat yang akan bertarung. tak terkecuali pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang didampingi Puti Guntur Soekarno (Puti) maju di Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Tampilnya Gus Ipul-Puti pada pertarungan Pilgub Jawa Timur nanti membuat Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) semakin memantapkan pilihannya. Forum kiai kampung ini memastikan tetap mendukung Bakal Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan semakin merapatkan barisannya.

Koordinator FK3JT Fahrur Rozie (Gus Fahrur) menegaskan pihaknya tetap komitmen memenangkan Gus Ipul-Puti di Pemilihan Gubernur pada 27 Juni 2018 mendatang. Bahkan, ia menggambarkan Gus Ipul menjadi sosok yang justru beruntung dengan ditunjuknya cucu Bung Karno (Puti) menjadi pendampingnya.

“Istilahnya, Gus Ipul itu seperti ‘kelangan sego sak lepek (Pak Anas), nemu sego sak wakul (Mbak Puti),”ujarnya. Artinya, Gus Ipul seperti orang yang kehilangan nasi se-lepek (piring kecil alas cangkir), malah menemukan nasi sebakul.

Kiai Kampung siap menangkan Gus Ipul – Puti 2018 Merdeka.com

Gus Fahrur dilihat dari sisi profesionalitas, sosok Puti tidak diragukan lagi kapasitasnya. Seperti yang diketahui Puti sebelumnya adalah anggota Komisi X DPR Ri yang membidangi Pendidikan, Olahraga dan Sejarah.

“Saya juga mendengar Mbak Puti merupakan dosen tamu di perguruan tinggi di Jepang,” ungkapnya.

Di samping itu, duet Gus Ipul-Puti ini ideal. Di satu sisi, Gus Ipul merupakan cicit dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH Bisri Syansuri. Adapun pendampingnya, Puti merupakan cucu dari Sang Proklamator RI Soekarno (Bung Karno).

“Ini yang membuat kami semakin militan, memenangkan keduanya,” kata dia.

Saat ini, lanjut Gus Fahrur, forum kiai kampung juga sudah melakukan konsolidasi hingga ke daerah-daerah. Posko-posko pemenangan di tiap kabupaten pun telah mulai didirikan.

“Kalau bisa kami posko kami tidak gabung dengan partai, jadi kami bergerak di non-struktural,” katanya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here