Ketua KPU Sumenep, Abd Waris

SUMENEP, Limadetik.com – Komisi Pemiluhan Umum (KPU) Sumenep, Jawa Timur sejak (1/8/2018) sampai dengan Selasa (7/8/2018) pukul 24.00 Wib melakukan verifikasi berkas hasil perbaikan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019.

Baca: Hasil Verifikasi Berkas, KPU Sumenep: Ada Bacaleg Tidak Memenuhi Syarat

Ketua KPU Sumenep, Abd Waris mengungkapkan, berdasarkan hasil verifikasi ada sejumlah bacaleg yang tidak memenuhi syarat.

“Bacaleg Pemilu 2019 yang tidak memenuhi syarat (TMS) hingga batas akhir yang ditentukan sekitar belasan orang,” katanya, Rabu (8/8/2018).

Mayoritas persoalan bacaleg yang TMS, karena ijasah tidak dilegalisir oleh sekolah yang bersangkutan. Ada sebagian yang mengaku sekolah yang mengeluarkan ijasah sudah tutup. Sehingga dilegalisir oleh sekolah yang lain.

Ijasah yang dianggap tidak memenuhi syarat (tidak dilegalisir sekolah yang mengeluarkan ijasah, Red) tersebar dibeberapa kabupaten di Jawa Timur. Diantaranya, Mojokerjo, Gersik, Surabaya, Bangkalan, dan juga Sumenep.

“Untuk memastikan apakah sekolah yang mengeluarkan ijasah benar-benar tutup, kami mendatangi daerah asal sekolah untuk memverifikasi,” tegasnya.

Menurutnya, usai pemeriksaan berkas hasil perbaikan, pihaknya akan menetapkan Daftar Calon Sementara (DCS). DCS akan diumumkan ke publik sebelum akhirnya ditetapkan Daftar Calon Tetap (DCT).

“Sesuai tahapan Pemilu, nanti pada Minggu tanggal 12 Agustus 2018 kami tetapkan DCS. Setelah itu akan diumumkan dan kita minta tanggapan masyarakat, baru setelah itu kita tetapkan DCT,” tukasnya.

Sesuai data di KPU, terdapat 617 bacaleg dari 16 partai. Mereka terdiri dari 361 laki-laki dan 256 perempuan. Mereka pada 2019 nanti akan berjuang untuk mendapat sismati rakyat guna merebut 50 kursi anggota DPRD Sumenep. (hoki/rud)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here