Madrasah di Sumenep Capai 900 Lebih, Pendma Masih Bolehkan Pendirian Lembaga Baru

Moh. Tawil

SUMENEP, Limadetik.com – Jumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Sumenep,  Jawa Timur cukup banyak. Buktinya, di bawah Kantor Kementerian Agama (Kemenag)  saja, jumlahnya mencapai 900 lembaga pendidikan lebih.

Baca: 562 Guru Sertifikasi 2016 Belum Dibayar, Kemenag Sumenep Janji Awal 2018

“Untuk sementara ini, jumlah MI (Madrasah Ibtidaiyah) 500 lebih, MTs (Madrasah Tsanawiyah) 300 lebih dan jumlah MA (Madrasah Aliyah) 144 lembaga,” kata Kasi Pendidikan Madrasah, Kemenag Sumenep, Moh. Tawil, Rabu (10/1/2018).

Namun, meskipun jumlahnya cukup bombastis, Kemenag tetap tidak membatasi masyarakat untuk mendirikan lembaga pendidikan baru. Padahal, jumlah tersebut dibawah naungan Kemenag. Lain lagi dibawah naungan Dinas Pendidikan yang jumlahnya tidak beda jauh.

Baca: Guru Sertifikasi Rangkap Jabatan, Ini Penjelasan Kasi Pendma Kemenag Sumenep

“Ini jaman kebebasan. Jadi siapapun bebas mendirikan lembaga pendidikan selama mendapatnya dukungan masyarakat berupa mempercayai anak-anaknya untuk dididik,” tegasnya.

Untuk mendirikan lembaga pendidikan, sambung Tawil, setidaknya memiliki tanah yang sudah diwakafkan, tenaga pendidiknya siap dan ada lokalnya.

Baca: Guru Ngaji di Sumenep Butuh Uluran Tangan

“Walaupun belum ada peserta didiknya tetap diperbolehkan. Tetapi ketika ngurus ijin dan tetap tidak ada siswanya, maka dengan sendirinya akan tutup. Selama ini banyak madrasah yang tidak mendapatkan siswa dan akhirnya gagal saat diakreditasi,” tukasnya.

Sumenep terdiri dari 126 pulau dan 27 kecamatan. Kabupaten paling timur madura ini memiliki luas wilayah 2.093,45 km² dan populasi 1.041.915 jiwa. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here