ilustrasi

BANJARMASIN, Limadetik.com – Peredaran alat kosmetik ilegal masih marak di Kalimantan Selatan, hal ini dibuktikan dengan diringkusnya Syaifullah oleh anggota  Subdit 1 Dirreskrimsus Polda Kalimantan Selatan.

Dari tangan warga Jl. Pramuka No. 17 Komplek Kenanga 2 Banjarmasin Timur itu, polisi berhasil menyita 56 kosmetika dari berbagai macam dan jenis. Alat kosmetik kecantikan ilegal itu dijual tanpa izin edar BPOM dan tanpa memiliki label dalam bahasa Indonesia.

Kapolda Kalimantan Selatan, Brigadir Jenderal Rachmat Mulyana, mengatakan pelaku melakoni bisnisnya sudah 2 tahun dengan omzet Rp 10 juta per bulan.

“Jenis barang bukti yang disita sabun sarai herbal Al Hikmah 1.859 pices, sabun tanpa kemasan 3.312 jenis, Revlon matte lipstik 1.536 pieces, lipstik Naked 48 pieces,” kata Brigjen Rachmat Mulyana saat gelar perkara di Mapolda Kalsel, Kamis (8/3/2018).

Tidak dipungkiri menurut Kapolda kemungkinan masih banyak produk – produk kosmetik ilegal lainnya yang tersebar Kalbar.

“Ini sangat berbahaya, terutama dari ibu-ibu, gadis-gadis. Mereka harus lebih selektif dalam memilih alat kecantikan,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam bui 15 tahun usai melanggar pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tetang Kesehatan dan atau pasal 62 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 1 UU RI no 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.(ed/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here