MUI Situbondo Nyatakan Tak Ada Larangan Siapapun Ucapkan Selamat Natal

Red: Rudy Hartono

KH. Syaiful Muhyi , Ketua Mui Kabupaten Situbondo Jawa Timur.

SITUBONDO, Limadetik.com –  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Situbondo , Jawa Timur, KH Syaiful Muhyi,  menyatakan bahwa  tidak ada larangan siapa pun yang memiliki pendapat bahwa mengucapkan selamat Natal itu hukumnya haram atau dilarang oleh agama.

Menurut Ketua Mui Situbondo ini, Pernyataan ini karena ada pendapat, mengucapkan selamat Natal itu bagian dari keyakinan agama. Sebaliknya MUI tidak bisa melarang bagi yang berpendapat mengucapkan selamat Natal itu boleh dan tidak dilarang agama.

“Karena berkeyakinan hal itu bukan bagian dari keyakinan agama tetapi sebatas memberikan penghormatan atas dasar hubungan kekerabatan, bertetangga, teman sekerja atau relasi antarumat manusia,” terang KH Syaiful Muhyi, Selasa (26/12).

KH Syaiful Muhyi, menjelaskan, para ulama dalam masalah ini juga berbeda pendapat. Ada yang melarang dan ada juga membolehkan. MUI mempersilakan kepada umat Islam untuk memilih pendapat mana yang paling sesuai dengan keyakinan hatinya.

“MUI belum pernah mengeluarkan fatwa tentang hal tersebut. Sehingga mengembalikan kepada umat Islam untuk mengikuti pendapat ulama yang sudah ada,” tegasnya.

Pernyataan akan masalah tersebut di atas juga bisa menjawab kabar viral di masyarakat tentang adanya toko kue menolak untuk menuliskan ucapan selamat Natal karena berkeyakinan itu haram hukumnya. Untuk hal tersebut MUI tidak bisa melarangnya. Tetapi jika ada toko kue mau melayani pembeli untuk menuliskan ucapan selamat Natal, MUI juga tidak bisa menyalahkannya.

Hanya saja , kata KH Syaiful Muhyi, MUI mengimbau kepada masyarakat Situbondo, untuk arif dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan pendapat tersebut dan tidak menjadikan polemik yang justru bisa mengganggu harmoni hubungan antarumat beragama.

“Mari terus menjaga persaudaraan di antara sesama anak bangsa. Baik persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyyah) maupun persaudaraan atas dasar kemanusiaan (ukhuwah basyariyyah). Karena sebagaimana kata Imam Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah bahwa mereka yang bukan saudaramu dalam iman, mereka adalah saudaramu dalam kemanusiaan,” pungkasnya.(S1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here