Nobar Film 22 Menit, Begini Pesan Kapolres OKU dan Harapan Sekda Dr.H.Achmad Tirmizi

BATURAJA, Limadetik.com  – Nonton Bareng  (Nobar) film berjudul “22 Menit” yang mengisahkan tragedi bom thamrin Jakarta, tayang perdana di gedung City Mall platinum cine plex (fun time for every one) Baturaja pukul 20.00 Wib kabupaten OKU, Sumsel Kamis, (19/7/2018).

Acara Nonton Bareng ini di hadiri Kapolres OKU, AKBP. Dra.Niketut Sulandari Widayana, Kapolres OKU Selatan, Kapolres OKU Timur yang di wakili Kabag Ops beserta anggotanya,TNI, Sekda OKU Dr. Achmad Tarmizi, Asisten Dua, Anggota DPRD OKU, Bank BRI, PT.SB, para Camat dan Kades, Tokoh Agama, Media, Serta undangan.

Dalam sambutannya Kapolres OKU, AKBP. Dra. Niketut Sulandari Widiyana mengatakan, melihat dengan adanya kejadian film pendek 75 menit walaupun kejadian pokusnya 22 menit di mana di ambil kejadian BOM Tamrin di jakarta

“Dengan tujuan Agar mendapatkan suatu pemahaman betapa kejamnya terorisme yang hati dan perasaan dengan seenaknya untuk melakukan ancaman peledakan bom sehingga banyak korban di indonesia” kata Kapolres OKU.

Kapolres menambahkan, ini sudah menjalar dimana mana contohnya ada di Sumatera Selatan, namun telah di lakukan penangkapan dan semua itu sudah ada bukti – buktinya.

“Pemahaman radikalisme sebenarnya tidak ada satupun agama yang ada di indonesia, bahkan di seluruh dunia pun yang membenarkan cara-cara mereka, untuk itulah kami mensosialisasikan kepada masyarakat luas betapa salahnya pemahaman teroris ini. Dengan adanya pembelajaran film ini kita kedepan akan waspada lagi dengan bentuk ajaran radikalisme salah satu nya terorisme” papar AKBP. Dra.Niketut Sulandari Widayana.

Kapolres OKU ini juga berharap, mudah mudahan di OKU Raya ini tidak ada yang namanya terorisme dan jangan sampai ada karna semua ini bukan saja tanggung jawab Polisi dan TNI namun semua hal ini adalah tanggung jawab kita bersama.

“Bagaimana kita mengantisipasinya siapapun orang asing yang masuk harus kita amati apapun kegiatannya, bagaimana sosialnya sehingga kalau ada indikasi – indikasi yang janggal atau ajaran ajaran yg tidak sesuai dengan ajaran islam mohon izin segera koordinasi dengan MUI, Tokoh Ulama, yang ada sehingga tidak menjalar penyakit yang namanya radikalisme khususnya di wilayah OKU” imbuhnya.

Di tempat yang berbeda saat di komfirmasi wartawan limadetik.com, Sekda OKU Dr.H. Ahmad Tarmizi mengatakan, Dengan adanya nonton bareng yang di prakarsai oleh pihak kepolisian kita melihat kejadian yang nyata terjadi pengeboman thamrin jakarta.

“Kita lihat disitu polisi yang profesional serta alat yang begitu canggih dengan secara sigap dalam secara waktu 22 menit bisa melumpuhkan teroris tersebut” tutur Achmad Tirmizi.

“Mudah mudahan pihak Kepolisian Republik Indonesia terus maju jaya mengamankan Republik indonesia yang kita cintai ini,” pungkasnya dengan penuh harap. (fikri/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here