Pekerjaan Normalisasi Drainase Dipastikan Rampung Dalam Waktu Dekat

SUMENEP, Limadetik.com – Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (PRKP) dan Cipta Karya (CK) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memastikan pekerjaan normalisasi 4 drainase yang meliputi wilayah perkotaan untuk mengatasi terjadinya banjir atau genangan air di sejumlah jalan protokol dalam waktu dekat dipastikan selesai dan tuntas.

Drs.Bambang Irianto, Kadis PRKP dan Cipta Karya Kabputen Sumenep menjelasakan, ke 4 drainase tersebut meliputi Jalan Raya Gapura ke Kali Patrian yang pekerjaannya sudah mencapai 60 persen dengan anggaran sebesar Rp 650 juta. Sedangkan, Pembangunan Saluran Drainase di lokasi Jalan Kartini, Jalan Jati Mas ke kali Patrian dengan anggaran Rp 4 miliar, pekerjaannya sudah mencapai 65 persen.

“Pada pekerjaan saluran normalisasi ini kita juga lakukan di wilayah Koramil Kota menuju kali Patrian yang anggarannya Rp 800 juta, dan pembangunan kolam Detensi di Desa Kolor yang dianggarkan sebesar Rp 925 juta, dan saat ini pekerjaannya sudah mencapai 65 persen,” terangnya Senin, (28/5/2018).

Mantan Kepala Disbudparpora Sumenep ini juga mengatakan, dengan dilakukannya normalisasi terhadap empat (4) drainase tersebut, maka genangan air atau yang biasanya masyarakat menyebut banjir akan berkurang. Sebab, selama ini terjadinya genangan air di wilayah perkotaan, akibat tingginya debit air. Sementara saat ini drainase yang ada masih belum mampu untuk menampung debit air tersebut, dan kurangnya serapan yang mampu menyerap air saat curah hujan tinggi.

Ditambahkannya, selama ini semua saluran air menuju ke Kali Marengan, sehingga selalu terjadi genangan air atau banjir di sejumlah Jalan Protokol di Kabupaten Sumenep, sehingga untuk mengatasi hal tersebut, maka pembuangan airnya harus dibagi yakni ke Kali Patrian dan Kali Marengan.

“Jadi selama ini air itu semuanya mengarah ke Kali Marengan, sehingga tidak mampu menampung debit air yang cukup besar tersebut. Jadi kami harus memecah saluran air tersebut, yakni ke Kali Marengan dan Kali Patrian, selain itu juga membuat kolam Detensi untuk menampung air,” ungkapnya Bambang.

Menurut nya, untuk meminimalisir terjadi nya banjir di wilayah perkotaan, Dinas PU PRKP dan Cipta Karya bekerjasama dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA). Sehingga, penanganan banjir setiap hujan lebat turun bisa diatasi dan tidak lagi dikeluhkan warga.

“Koordinasi terus saya lakukan dalam penanganan banjir di wilayah perkotaan sumenep dengan Dinas SDA. Sebab penanganan banjir ini harus ada sinergiritas antar OPD, jadi di Dinas menangani masalah Drainase, sedangkan di SDA masalah penyerapan airnya,” tukasnya. (yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here