Pemandu Lagu di Pamekasan Meradang saat Disamakan dengan PSK

Red: Rudy

PAMEKASAN, Limadetikcom – Seorang pemandu lagu di tempat hiburan karaoke di Kabupaten Pamekasan merasa sedih ketika pekerjaan mereka disamakan dengan Pekerja Seks Komersial (PSK).

Hal itu dikatakan Vita salah seorang pemandu lagu di tempat hiburan atau karaoke di Kabupaten yang dikenal dengan slogan Gerbang Salam di Madura ini bahwasanya apa yang selama ini beredar disosmed semuanya tidak benar.

“Kami ini kerja untuk menghidupi keluarga dan anak anak kami,jadi apa yang ada disosmed itu semuanya tidak benar kalau kami disamakan dengan PSK,” ujarnya Vita pemandu lagu asal pamekasan ini pada awak media Senin,(5/2/2018) kemarin

Sebelumnya ketua paguyuban pengusaha hiburan di pamekasan Agus Sujarwadi mengatakan bahwa mereka akan kembali membuka tempat-tempat hiburan seperti karaoeke dan cafe yang ada di kabupaten pamekasan,namun waktunya belum tahu kapan.

“Jadi begini,kita telah kumpulkan semua pemandu lagu yang ada di pamekasan setelah di data ada sekitar 86 orang,” katanya.

Hanya saja masih menurut Agus,untuk pemandu lagu itu nantinya akan dibuatkan paguyuban juga sehingga ada yang mengkoordinasikan mereka biar bisa terpantau seperti apa kegiatan atau kerja mereka yang selama ini jadi pembicaraan miris disetiap sosmed.

“Iya ini nanti ada sekitar 6 Orang yang akan menjadi koordinator para pemandu lagu di pamekasan biar kita bisa menepis info miring ditengah masyarakat kalau para pemandu lagu itu seperti pekerja seks komersial (PSK),” tandas Agus. (yd/mer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here