Pemerintah Sumenep Dinilai Belum Miliki Terobosan Tangani Kekeringan

SUMENEP, Limadetik.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dinilai belum memiliki terobosan dalam hal menangani kekeringan yang terjadi setiap musim kemarau.

Buktinya, pada musim kemarau tahun ini kekeringan kembali terjadi. Salah satu korbannya adalah petani tembakau. Disaat tembakau membutuhkan air dengan jumlah yang lebih banyak, sumber air menyusut.

“Sampai saat ini belum ada terobosan baru yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Misalnya, pengeboran atau pembuatan embung air. Setiap musim tembakau, petani selalu saja kekurangan air,” kata Ketua Paguyuban Pemerhati Kelompok Tani (P2KT) Sumenep, Zaenuri, Kamis (9/8/2018).

Akibatnya, petani terpaksa mengeluarkan biaya lebih besar. Bahkan Sebagian petani di Kecamatan, Guluk-guluk petani membeli air untuk siram tembakau sebesar Rp100 ribu per 1 ribu pohon tembakau.

Berbeda dengan yang dialami petani asal Kecamatan Pasongsongan. Mereka harus membayar air sekitar Rp.80 ribu per jam. Itupun petani tidak maksimal menggunakan air untuk siram tembakau. Karena sumber air yang dikelola pihak swasta sangat terbatas.

“Maka dari itu, kami harap pemerintah mencari solusi. Supaya tidak terus-terusan memberatkan petani tembakau,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Dispertahutbun) Sumenep, Bambang Heriyanto mengatakan untuk pengadaan pembangunan embung air dan rumah pompa (Sumur Bor) pernah dicanangkan. Namun, untuk tahun ini tidak dianggarkan kembali.

“Namun meski tidak ada anggaran pembangunan embung air dan rumah pompa, keberpihakan pada petani tetap jadi yang utama. Selama ini banyak program peningkatan petani yang telah direalisasikan, meski tidak semua Kelompok Tani menerima secara bersamaan,” kata Bambang. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here