Pengembang Di Sumenep Wajib Sediakan Lahan Pemakaman Dan RTH

ilustrasi perumahan lahan alih fungsi

SUMENEP, Limadetik.com – Belakangan perumahan Di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur berkembang pesat. Berdasarkan data yang dihimpun media ini, jumlah perumahan kini mencapai 58 tempat.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi III DPRD Sumenep, Ahmad Zainur Rahman menekankan kedepan pengusaha yang bergerak dibidang perumahan diwajibkan menyediakan lahan pemakaman.

“Jika tidak, Pemerintah Daerah berhak tidak mengeluarkan izin untuk mengembangkan usaha perumahan,” tegasnya, Senin (5/3/2018).

Menurut Zainur Rahman mayoritas perumahan yang ada saat ini tidak menyediakan lahan pemakaman. Lahan pemakaman itu kata dia tidak perlu berdempetan dengan lahan yang ada, bisa berada di daerah lain namun terjangkau.

“Tidak hanya wajib menyediakan lahan pemakaman, tetapi juga wajib menyediakan ruang terbuka hijau (RTH). Luas RTH yang harus disiapkan diukur dengan luas lahan pengembang, apabila luas lahan dibawah 25 hektar pengembang wajib menyediakan RTH seluas 30 persen,” terangnya.

Termasuk pengembang wajib membuka akses jalan disetiap  gang. Lebarnya sekitar 7 meter tanpa harus menyatu dengan bangunan lain, seperti drainase. Sementara drainase dibangun dengan kondisi yang memadai sesuai dengan aturan yang ada.

Semua persyaratan itu wajib hukumnya dan harus selesai sebelum perumahan diserah terimakan pada user. Hal itu sesuai dengan persyaratan yang diatur didalam Peraturan Daerah (Perda) tentang prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) perumahan dan permukiman.

“Perda itu sudah diserahkan kepada Gubernur Jawa Timur. Kita masih menunggu hasil evaluasi,” tukasnya. (Hoki/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here