Rektor Al Azhar Kairo: Teror BOM Itu Bertentangan dengan Agama

Bom Gereja di Surabaya

JAKARTA, Limadetik.com – Rektor Universitas Al-Azhar Cairo Mesir, Mohamed Husein Al-Mahrosowy menyampaikan rasa duka yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam serangan kelompok teroris terhadap 3 gereja di Surabaya, Indonesia.

Rektor juga menyampaikan bela sungkawa kepada Pemerintah dan Rakyat Indonesia serta keluarga korban, seraya mendoakan agar korban luka-luka dalam insiden tersebut segera sehat kembali.

Al-Mahrosowy juga mengutuk keras kelompok teroris yang melakukan serangan keji dan tidak berprikemanusiaan kepada warga sipil tidak berdosa, merusak persatuan dan mengacaukan stabilitas politik dan keamanan.

“Tindakan seperti itu adalah bertentangan dengan ajaran semua agama dan prinsip-prinsip kemanusiaan,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Rektor juga yakin bahwa Indonesia pasti mampu menghadapi kelicikan kelompok teroris ini dengan dukungan aparat keamanan dan rakyat yang bersatu.

Hal itu disampaikan secara langsung kepada Komjen Pol Syafruddin pada saat Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) tersebut berkunjung ke Kampus Al-Azhar didampingi oleh Duta Besar RI di Cairo, Helmy Fauzy dan Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat, Jakarta pada hari Minggu, 13 Mei 2018.

Selain itu, dalam menyampaikan penjelasan tentang Universitas Al-Azhar, Rektor Al-Mahrosowy antara lain menegaskan bahwa sistem pendidikan Islam di Universitas Al-Azhar Mesir mengajarkan prinsip-prinsip moderasi, toleransi, menerima kelompok lain juga menghormati keyakinan kelompok lain.

“Menghormati keyakinan kelompok lain yang saya maksud di sini bukan berarti mengimani keyakinan mereka, tetapi Islam menganjurkan terciptanya sikap saling menghomati antar pemeluk agama. Hal itu juga selaras dengan firman Allah yang memerintahkan umat manusia untuk saling mengenal dan menciptakan perdamaian di muka bumi,” kata mantan Dekan Fakultas Bahasa Arab Universitas Al-Azhar tersebut.

Menyinggung masalah mahasiswa Indonesia, Rektor menjelaskan bahwa tidak kurang dari 5000 orang pelajar dan mahasiswa Indonesia menuntut ilmu di Al-Azhar, sebanyak 4.250 pada jenjang S1, S2 dan S3, sementara sekitar 750 orang pada jenjang pra-perguruan tinggi.

Bertemu Grand Sheikh Al-Azhar

Dalam kesempatan berkunjung ke Mesir, Wakil Ketua DMI diterima oleh Grand Sheikh Al-Azhar Ahmad Mohamed Tayeb di kantornya, Darrasah, Cairo, di mana pada kesempatan tersebut Ahmad Tayeb menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas penerimaan yang hangat selama kunjungan Grand Sheikh di Indonesia tanggal 1-3 Mei 2018.

Lebih lanjut, Grand Sheikh mengharapkan agar persatuan dan kesatuan umat Islam Indonesia selalu dijaga dan dipertahan dan jangan sampai terpecah belah sesama umat Islam.

“Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, negara kepulauan dengan keragaman suku, bahasa, adat-istiadat, Indonesia telah mampu menjaga persatuan dan kesatuan dengan baik, ini perlu dipertahankan dan di dorong lebih baik lagi ke depan.” kata Grand Sheikh Al-Azhar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here