BANJARMASIN, Limadetik.com – Mohammad Sajali (18) warga alalak pandang, kabupaten Banjar, terdakwa pengedar 54 butir pil ekstasi/inex  akhirnya divonis 6 (enam)  tahun dengan kewajiban membayar denda Rp. 1 miliar  subsidaer 3 bulan penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin. Kamis (1/2).

Terdakwa yang masih remaja tersebut terbukti bersalah melawan hukum dan tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika.

Dalam sidang yang sama, Ketua Majelis Hakim Purjana, SH, MH didampingi Anggota Majelis Hakim Heru Kuncoro, SH, MH dan Moch. Fatkan, SH, MH,  juga menjatuhkan hukuman kepada dua terdakwah lainnya dalam kasus kepemilikan narkotika jenis Inex, yakni Herman bin Anang Bahriansyah (23) dan Sapuan Als Jangar bin H. Rusli (28). Kedua terdakwah di vonis empat tahun penjara dengan kewajiban membayar denda Rp. 800 juta subsidaer 3 bulan kurungan penjara.

“Mengadili terdakwa terbukti bersalah menyalahgunakan narkotika jenis ekstasi/imex secara bersama. Majelis hakim menjatuhkan masing-masing hukuman empat tahun penjara dikurangi seluruhnya masa tahanan yang telah dilalui dari pidana yang dijatuhkan,” ujarnya.

Untuk diketahui, penangkapan budak narkotika tersebut berawal dari gerak gerik mencurigakan terdakwa Herman bin Anang Bahriansyah dan

Sapuan Als Jangar bin H. Rusli saat berada di area parkiran sepeda motor hotel HBI Banjarmasin  September 2017.

Polisi kemudian menggeledah kedua terdakwa dan di temukan narkotika jenis ekstasi 3 butir yang dibungkus kedalam kotak rokok Umild.

Berdasarkan hasil pengembangan polisi, akhirnya diketahui ekstasi tersebut diperoleh dari terdakwa Mohammad Sajali (berkas terpisah).

Polisi langsung bergerak cepat dengan mengamankan remaja 18 tahun tersebut di Jl. Karang Sawo gang Melati, Banjarbaru Utara. Dari tangan M. Sajali, polisi mendapatkan 54 butir narkotika jenis ekstasi warna coklat muda dan satu paket Sabu seberat 0.40gr yang disembunyikan terdakwa di dalam tas kecil. (ed/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here