Sambut 2019 Bandara Syamsudin Noor Menjadi Bandara Internasional, Yayasan Banua Terang Gelar Diskusi Publik

BANJARMASIN, Limadetikcom – Sikapi kemelut pembangunan pariwisata Kalimantan Selatan, yayasan Banua Terang bersama Tim Percepatan Pembangunan Gubernur Kalsel menggelar diskusi publik tentang potensi sektor pariwisata bumi Banua.

Diskusi yang akan digelar pada Sabtu (10/2/18) pagi ini mengambil tema “Memperkuat Industri Pariwisata Melalui Pembenahan Insfrastruktur Serta Tata Kelola Kepariwisataan Yang Baik”.

Diskusi ini menghadirkan pembicara dari Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel Heriansyah, GM Angkasa Pura I Cab. Bandara Syamsudin Noor Wahyudi, ketua BPD PHRI Kalsel Dodot Wahyudi dan Ketua LPMA Juliade.

GM Angkasa Pura I Cab. Bandara Syamsudin Noor, Wahyudi dalam paparannya menghimbau agar dalam pengembangan destinasi wisata, masyarakat mengedepankan kearifan lokal (local wishdom) serta karanteristik masing-masing wilayah. Hal itu, kata dia, akan memperkuat daya tarik destinasi yang dikembangkan.

“Potensi pariwisata di Kalsel sangat prospektif untuk dikembangkan. Untuk mengembangkannya perlu komitmen dan sinergi dari semua pihak baik pemerintah, pelaku wisata maupun masyarakat,”ujarnya.

Wahyudi menambahkan, Pembangunan bandara juga akan berdampak cukup besar dalam peningkatan perekonomian masyarakat di berbagai sektor. Termasuk sektor pariwisata tersebut.

“Apalagi bandara kita ini, mulai 2019 sudah akan menjadi Bandara Internasional sesuai arahan dari bapak presiden kita, Jokowi yang sudah enam kali berkunjung ke Kalsel ini. Ada ribuan calon wisatawan baik lokal maupun manca negara yang akan datang ke tanah Banua ini,” seru Wahyudi.

Sementata itu, Tim Percepatan Gubernur Kalsel,  Ir. Sukrowardi mengamini pernyataan dari GM Angkasa Pura I tersebut. Bandara adalah wajah yang paling depan dari sudut pandang wisatawan mancanegara. Pembenahan bandara ini merupakan salah satu faktor dalam peningkatan industri wisata mengingat berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Harapannya kedepannya pihak angkasa pura dapat bersinergi dalam rangka peningkatan Industri Wisata di Kalimantan Selatan ini,” kata Sukrowardi.

Acara diskusi publik yang digelar di Hotel Royal Jelita Banjarmasin Jl. A. Yani KM 5,7 Komplek pertokoan Waringin tersebut juga di hadiri para penggiat usaha perhotelan, penggiat wisata, agen perjalanan, organisasi kepemudaan dan masyarakat umum. (ed/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here