SDN 03 OKU Diduga Lakukan Pungli

BATURAJA, Limadetik.com – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kini kembali terjadi di salah satu institusi pendidikan. Kali ini diduga terjadi di SDN 03 Baturaja, OKU Sumatera selatan Rabu, (16/5/2018).

Tempat yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu agar menjadi manusia yang lebih baik malah memberikan contoh yang tidak baik.

Salah satu orang tua murid yang namanya tidak mau disebutkan iya mengatakan, modusnya pihak sekolah mengadakan perpisahan dengan mengumpulkan wali murid melalui rapat komite. Dalam rapat itu disepakati masing-masing wali murid menyumbang uang sebesar Rp100 ribu dengan dalih uang perpisahan murid.

“Setelah uang terkumpul ternyata tidak ada perpisahan melainkan dibelikan kado sebagai kenang-kenangan untuk guru. Itu termasuk pungli sebab nominalnya ditentukan bukan sumbangan sukarela. Kalau sumbangan tidak ada penentuan jumlah nominal,” katanya.

Sangat di sayangkan sekolah SD N 3 oku yang sudah di akui pemerintah, dan sudah mendapatkan nilai Akreditasi A.

Saat di konfirmasih wartawan limadetik.com Kepala SDN 3 Baturaja Nilawati membenarkan, adanya pungutan uang terhadap wali murid sejumlah Rp.100.ribu, persiswa.

“Sebenarnya, itu bukan pungutan liar (pungli) hanya kenang-kenangan guru dan murid berupa sajadah, jam, dan lain-lain, dan juga kado tersebut sudah di berikan kepada guru gurunya” ungkapnya.

Uang pungutan sudah kita sepakati sebesar Rp100 ribu per murid, untuk kelas VI (enam) dan juga masih ada murid murid yang belum menyumbang sampai saat ini.

“Kalau tau begini caranya kami tidak mau untuk mengumpulkan uang tersebut dan ujung-ujungnya akan menimbulkan masalah, dan lebih baik tidak jadi beli kado kenangan-kenangan untuk guru,” tukas Nilawati.

Dirinya menambahkan, kado tersebut sudah di belikan dan juga sudah di berikan semua kepada guru gurunya (fikry/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here