Tahun Baru, Dirut PT Garam Ajak Stakeholder Tingkatkan Semangat Kerja

Budi Sasongko Dirut PT.Garam

LIMADETIK.com – Direktur Utama PT Garam (Persero), Budi Sasongko mengajak seluruh stakeholder di internal PT Garam untuk meningkatkan semangat kerja memasuki tahun baru 2018.

Pasalnya, menurut Budi sejumlah pekerjaan rumah strategis sudah ditargetkan dapat dilaksanakan PT Garam di tahun 2018. Salah satunya PT Garam berencana untuk memproduksi garam olahan. Budi meyakini, garam olahan mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi dan meningkatkan nilai tambah dibandingkan garam baku yang ada saat ini.

Budi menjelaskan, untuk progres rencana tersebut, saat ini PT Garam telah membangun dua pabrik garam olahan di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sampang. Budi mengatakan, untuk pabrik garam olahan di Gresik dibangun di wilayah Segoromadu dengan kapasitas produksi mencapai 5 ton per jam. Nilai investasinya sekitar Rp 14 miliar.

Sedangkan, di Sumenep sudah dibangun di kawasan Kecamatan Camplong dengan investasi sekitar Rp 63 miliar. Kapasitas produksinya 10 ton per jam.

“Ini tugas berat yang hanya dapat berhasil jika seluruh elemen di internal perusahaan mulai dari direksi sampai karyawan memiliki komitmen dan perjuangan yang sama untuk mewujudkan target itu,” pinta Budi saat ditemui pada Minggu (31/12/2017)

Terlebih lanjut Budi, tanggung jawab besar lain yang dipikul PT Garam adalah mewujudkan swasembada garam pada tahun 2020 mendatang sebagaimana ditargetkan oleh Pemerintahan Jokowi-JK.

“Sehingga untuk mewujudkan swasembada garam sejak saat ini kita harus sama-sama bekerja keras. Pergantian tahun dari 2017 menuju 2018 mudah-mudahan dapat membawa energi positif bagi peningkatan semangat dan kekompakan seluruh lapisan di internal perusahaan. Karena yang kita perjuangkan adalah tugas mulia,” ujar Budi.

Budi menuturkan, sejumlah persiapan sudah dilakukan PT Garam untuk mewujudkan target pemerintah agar bisa swasembada garam di tahun 2018. Misalnya dengan melakukan revitalisasi lahan eksisting dan perluasan lahan di daerah potensial penghasil garam untuk meningkatkan volume produksi.

“PT Garam sudah mendapat lahan baru dari Kementrian Agraria dan Tata Ruang/BPN melalui Hak Guna Usaha (HGU) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini tentu semakin menambah optimisme untuk segera mewujudkan swasembada garam nasional,” terang Budi.

Selain penambahan lahan, PT Garam melakukan revitalisasi lahan. Seperti lahan di Madura yang luasnya 5.000 hektare. Budi yakin, paling tidak bisa mempunyai 300 hektare lahan yang menjadi revitalisasi untuk pengembangan.

“Jika revitalisasi berhasil, PT Garam akan memiliki tambahan produksi 30 ribu–50 ribu ton garam. Saat ini total produksi PT Garam 350 ribu ton per tahun dari luas lahan garam 5 ribu hektare,” imbuh Budi.

Menurut Budi, PT Garam membutuhkan lahan antara 40-50 ribu hektar lahan agar produksi garam menembus 5 juta ton. Karena kebutuhan garam nasional baik untuk kebutuhan konsumsi dan industri menembus angka 4,2 juta ton.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here