Terdakwa Bripka S Dan Kuasa Hukumnya Kecewa, Saksi JPU Dianggap Tidak Kompeten

BANJARMASIN, Limadetik.com — Wanto A Salam, selaku Kuasa hukum terdakwa Bripka Suparmin yang beberapa waktu lalu membawa kabur seorang tahanan narkoba bernama Ilham Sari mengaku kecewa kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). Karena saksi yang lagi-lagi dihadirkan tidak memenuhi prosedur sebagai saksi di Pengadilan Negeri Banjarmasin Senin, (9/7/2018).

Menurut Pasal 1 angka 26 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (“KUHAP”), adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri.

“Keterangan saksi tadi menurut kita sangat membingungkan dan tidak kompeten sebagai saksi. Bahkan kelihatan sekali rekayasa,” jelas Wanto A Salam usai persidangan.

Karena, Lanjutnya, Saksi yang dihadirkan mengaku baru tau kejadian itu setelah terdakwa kabur bersama Ilham Sari.

Hal itu dilihat dari beberapa saksi fakta yang tidak dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan. Padahal para saksi tersebut merupakan saksi penting yang mengetahui perihal proses penyidikan yang dilakukan oleh terdakwa Bripka Suparmin terhadap Ilham Sari.

Namun mereka yang dianggap mengetahui kebenaran dalam kasus ini justru dikesampingkan. Hal itu sempat memicu kekecewaan dari kuasa hukum  maupun terdakwa Bripka Suparmin yang merupakan mantan anggota polri dari Polsek Banjarmasin Tengah.

Pasalnya, kesempatan jaksa untuk menghadirkan para saksi fakta dalam persidangan sudah habis. Terakhir, saksi  fakta yang dihadirkan yakni dari kepolisian, Salah satunya mantan Kanit Reskrim Polsek Banteng Ipda Achmad Doni.

“Kalau kita yang mendatangkan mereka, tidak ada jaminan mereka akan datang. Karena kami yakin mereka takut kalau akan terbongkar. Beda cerita kalau yang memanggil adalah jaksa, pasti mereka akan datang karena di-BAP,” tandasnya.

Kekecewaan Bripka Suparmin dan Wanto A Salam atas tidak dihadirkan saksi penting dari Polsek Banteng itu sempat dilontarkan pada majelis hakim yang diketuai Hj. Nurul Hidayah, SH. Namun, hakim memperbolehkan pihak terdakwa untuk mendatangkan para saksi dari kepolisian tersebut sebagai saksi meringankan.

“Sesuai jadwal, jaksa tidak menghadirkan saksi fakta lagi, benarkan pak jaksa? Sidang selanjutnya langsung pada keterangan saksi ahli, silakan mereka dipanggil sebagai saksi meringankan terdakwa,” kata hakim Nurul yang diamini JPU Suwardi Noor.

Terkait tidak dipanggilnya para saksi dari polsek banteng, jaksa Suwardi Noor menyatakan, tidak memerlukan keterangan mereka. Wardi–sapaannya, menilai enam saksi yang sudah dihadirkan dalam sudah sudah cukup.

“Saksi-saksi yang kami datangkan dalam sidang sudah cukup untuk pembuktian. Kita selanjutnya langsung saksi ahli yaitu dari Labfor” jawab Suwardi kepada awak media usai persidangan. (Edoz/yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here