Tiga Tahun Diluncurkan, 105 Desa di Sumenep Belum Bentuk BUMDes

Kepala DPMD Sumenep, Ahmad Masuni

SUMENEP, Limadetik.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur sejak 2016 lalu memerintahkan setiap desa untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Karena BUMDes termasuk salah satu dari 99 program pemerintah setempat yang diluncurkan sejak awal A. Busyro Karim-Achmad Fauzi memimpin Sumenep.

Hanya saja, hingga kini puluhan desa belum membentuk program yang diharapkan jadi tulang punggung ekonomi desa. Buktinya, dari 334 desa/kelurahan yang secara administrasi berada di Sumenep, baru 229 desa/kelurahan yang membentuk. Sisanya sebanyak 105 desa belum membentuk.

“Hingga saat ini sudah terbentuk 229 desa. Mayoritas desa yang belum membentuk BUMDes di wilayah kepulauan,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Masuni, (6/9/2018).

Faktor banyaknya desa di kepulauan yang belum membentuk BumDes, Masuni memprediksi tidak adanya waktu pemerintah desa. Sebab, untuk membentuk BUMDes perlu mengadakan musyawarah desa (MusDes).

“Untuk di daratan hampir semua desa telah membentuk. Di kepulauan, seperti di Kecamatan Raas sebagian sudah membentuk,” terangnya.

Pihaknya berharap, BUMDes bisa menjadi tulang punggung perekonomian desa. Apalagi DPMD merencanakan untuk melakukan MOU dengan BUMN melalui BUMDes Nusantara di Jakarta.

“BUMDes Nusantara dananya dari CSR BUMN, yang nantinya akan membantu BUMDes-BUMDes yang ada di daerah. Nanti ketika misalnya BUMDes di daerah membutuhkan beras, atau pupuk melalui BUMDes Nusantara,” tukasnya.(hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here