Wabup Khalil Bersama Forkopimda Panen Raya Padi Varietas Impago 9

PAMEKASAN, Limadetik.com – Wakil Bupati Pamekasan, Khalil Asy`ari bersama Forkopimda setempat melaksanakan panen raya padi Varietas Impago 9 di lahan kering milik Poktan Sri Agung Mandiri Dusun Berkong Timur Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Jumat (09/03/2018).

Selain Wabup Pamekasan Khalil Asy’ari, hadir Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf Nuryanto, Ketua DPRD Pamekasan, Halili Yasin, Kabag sumda Polres Pamekasan, seluruh jajaran Danramil, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pamekasan, Forpimka Kecamatan Kadur, Babinsa dan kelompok tani Sri Agung Mandiri beserta warga setempat.

Kegiatan panen raya ini berlangsung sejak pukul 09.00 hingga selesai.

kehadiran orang nomor 2 di Kabupaten berslogan Gerbang Salam ini mengundang perhatian masyarakat setempat, sehingga banyak warga yang penasaran menyaksikan langsung pemotong padi menggunakan bantuan alsinta dari pemerintah pusat melalui kementerian pertanian tersebut.

Pantauan limadetik.com, sekitar jam 09.30, didampingi Dandim 0826 Pamekasan, Letkol Inf Nuryanto beserta jajarannya, Wabup Khalil Asy’ari langsung menuju lahan padi yang tengah disiapkan alat mesin pertanian (alsinta) untuk memanen padi.

Alsinta “combine alvester” tersebut berjalan dikendarai Wabup Khalil secara otomatis memanen padi yang sudah kering.

Disamping itu, Wabup Khalil bersama Forkopimda juga memanen menggunakan arit.

Usai memanen, Wabup Khalil mengatakan panen raya padi saat ini hasilnya cukup bagus.

“Tentunya panen raya ini diharapkan bagaimana swasembada pangan lokal maupun nasional bisa tercapai dengan baik,” tutur Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Selain itu, Wabup Khalil menyampaikan agar hasil panen padi sebagian dapat dijual ke Bulog, hal tersebut untuk menghindari impor beras yang cukup beresiko terhadap petani.

“Jadi, jika misalnya petani dapat hasil 1 ton, 1 kwintal dijual, tujuannya untuk menghindari terjadinya impor beras, kalau ini sampai terjadi maka akibatnya jbagi masyarakat kita, para petani juga. Oleh karenanya, dengan hasil panen yang bagus ini sangat diharapkan seperti itu,” katanya, mengharapkan.

Dia mengatakan, dengan program pemerintah yang seperti ini, diharapkan menjadi pendorong bagi masyarakat untuk lebih bersemangat lagi dalam bertani, serta hasilnya juga semakin melimpah.

“kita harapkan para petani lebih bersemangat lagi untuk bertani, semoga hasilnya lebih bagus lagi dan melimpah, ” tandasnya.

Sementara, Dandim 0286/Pamekasan, Letkol Inf Nuryanto mengatakan, panen bersama ini sebagai wujud syukur pemerintah dan masyarakat setelah 3 bulan lalu menaman padi pertama kalinya.

“Tujuannya untuk menggerakkan masyarakat untuk lebih rajin lagi dalam menanam padi, menanam tanaman pertanian guna mendukung swasembada pangan,” katanya.

Selama ini, pelaksanaan pertanian baik warga maupun kelompok tani (poktan) melibatkan prajurit TNI Kodim 0826 Pamekasan melalui Babinsa (Bintara Pembina Desa) yang ikut andil dalam mensukseskan swasembada pangan secara nasional. Sedikitnya, terdapat 178 desa dan 11 kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

Diketahui, panen raya ini dipantau langsung oleh kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kedatangan tim Penanggung jawab Kementerian Pertanian yang bertugas di wilayah Korem 084 tersebut sengaja hadir ke bawah untuk memastikan terhadap pemanfaatan bantuan Alsintan yang diluncurkan pemerintah pusat.

Secara terpisah tim Penanggung jawab Kementerian Pertanian yang bertugas di wilayah Korem 084 Surabaya, Dadan Sunarsa mengatakan, kehadiran dirinya turun kebawah untuk mengevaluasi terhadap sejumlah bantuan yang diberikan kepada kelompok tani (poktan).

Dadan menyebutkan, ada alat traktor roda dua, roda empat, ada combine sedang, ada juga yang besar. Menurutnya, semua alat bantuan tersebut saat ini dievaluasi kementerian pertanian.

“kan ada bantuan dari kementerian Pertanian mulai 2014 sampai 2017 yang bekerja sama dengan Pemda setempat dan Kodim, jadi kami semua tim kementerian bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat dan Kodim turun untuk mengidentifikasi pemanfaatan dan fungsi dari alsinta itu, apakah benar benar dimanfaatkan atau tidak,” kata Dadan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, semua bantuan itu diidentifikasi dan dilihat langsung apakah benar benar bermanfaat bagi Petani. “bantuan ini kan untuk petani, kita melihat apakah benar bena meringankan beban petani, kalau ternyata ada yang tidak digunakan maka bisa dialihkan ke daerah lain agar juga bisa merasakan manfaat dari alsinta itu,” ucapnya.

Dirinya membeberkan, setiap hari harus melakukan pelapor terhadap optimalisasi pemanfaatan lahan yang dikelola melalui alsinta tersebut.

Dengan tujuan, agar diketahui dan terdata setiap hari 1 traktor dapat mengolah lahan pertanian berapa hektar.

Di Kabupaten Pamekasan, menurut Dadan memperoleh bantuan 354 traktor dan alsinta lain yang merupakan bantuan dari kementerian pertanian.

“Semua ada 358, yang 4 rusak, sisanya 354 sudah dibagikan kepada poktan yang ada di Kabupaten Pamekasan, kami melihat langsung terhadap alat tersebut, tidak boleh ada yang msih di bungkus, semuanya harus dimanfaatkan,” katanya.

Dirinya berharap, dengan alsinta tersebut dapat membantu meringankan beban petani dan dapat pula meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“saya berharap semoga alsinta ini benar benar membantu meringankan beban petani dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang lebih penting lagi agar masyarakat dapat memanfaatkan adanya alat mesin pertanian ini,” harapnya. (Arf/Rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here