Warga Kepulauan Diduga Jadi Korban Pungli e-KTP, Dispendukcapil Sumenp Minta Warga Urus Sendiri

ilustrasi

SUMENEP, Limadetik.com – Su’ud (63) warga Desa Tanjung Kiaok, Sapeken, Sumenep, Jawa Timur jadi korban pungutan liar (pungli) e-KTP. Buktinya, dia dimintai uang oleh petugas yang mengantarkan e-KTP ke rumahnya.

“KTP bapak saya yang rekam beberapa tahun lalu baru jadi. Anehnya yang mengantarkan KTP ke rumah minta uang sebesar Rp 50 ribu. Padahal informasinya pembuatan e-KTP ini gratis,” kata anak dari Su’ud, Ahmad Yudi, Senin (16/7/2018).

Dia mendesak pemerintah daerah mengusut budaya tersebut. Agar masyarakat tidak terus-terusan jadi korban oknum petugas yang tidak profesioanal menjalankan tugasnya. Sebab, apabila dibiarkan, akan banyak warga, khususnya yang ada di kepualaun menjadi korban pungli.

“Budaya pungli ini harus diberantas. Ketika hal seperti ini dibiarkan, akan berdampak buruk dan membayakan terhadap masyarakat di tingkat desa,” desaknya.

Sementara itu, Kabid Administrasi Dispendukcapil Sumenep, Miftahul Arifin menegaskan bahwa proses pembuatan e-KTP gratis. Semua pembiayaan e-KTP ditanggung oleh pemerintah.

“Pembuatan e-KTP gratis. Jadi untuk menjauhi hal-hal yang tidak diinginkan (pungli) bagi wajib KTP tolong untuk mengurus sendiri. Bagi yang bersangkutan datang langsung ke kantor Dispendukcapil untuk memproses e-KTP. Karena apabila minta tolong kepada orang lain, namanya minta tolong yang jelas ada lain-lainnya (imbalannya,Red),” kata Arifin. (hoki/rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here