Wilayah Lumbung Padi Karawang Diserbu Pengemis

Ilustrasi

KARAWANG, Limadetik.com – Kabupaten Karawang, masih menjadi salah satu wilayah di Jawa barat yang menjadi tempat pilihan persinggahan kaum urban untuk menetap. Mungkin, yang menjadi alasan mereka datang ke kabupaten ini, karena selain menjadi daerah sentra pertanian, Karawang juga merupakan wilayah industri.

Kaum urban dari luar daerah ini, memang sengaja datang Kabupaten Karawang. Salah satu tujuannya, mencari peruntungan pekerjaan di perusahaan yang ada di wilayah tersebut. Namun, ada juga yang datang tanpa berbekal kemampuan dan kesiapan kerja di sektor industri. Tak heran, jika banyak di antaranya memilih menjadi pengemis.

 

Sepertinya, dalam menyikapi persoalan kaum pengemis di wilayah ini seolah-olah belum ada solusinya yang tepat dari pemerintah setempat. Bahkan, tindakan tegas pemerintah berupa razia, belum membuahkan hasil. Karena, ketika mereka diamankan dan diikembalikan ke kampung halamannya, sehari dua hari mereka datang lagi ke Karawang.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Karawang, Asip Suhendar membenarkan terkait kondisi tersebut. Menurutnya, wilayah ini memang menjadi tujuan para pengemis untuk meminta-minta. Bahkan, di momen tertenty ratusan pengemis berbondong-bondong bisa datang ke Karawang.

“Kebanyakan dari luar kabupaten. Semisal, Subang dan Indramayu,” ujar Asip kepada wartawan, Jumat (11/5/2018).

Asip pun memprediksi, serbuan para pengemis ke wilayahnya ini akan meningkat. Apalagi, menjelang pelaksanaan puasa dan hari Raya Idul Fitri seperti sekarang ini. Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan langkah antisipasi.

Adapun upaya yang akan dilakukan jajarannya, kata dia, yakni dengan menintensifkan operasi dan menyiagakan petugasnya di sejumlah titik yang selama ini menjadi tempat berkumpulnya para pengemis ini.

“Kita akan menyisir lokasi-lokasi yang menjadi tempat mereka mangkal. Misalnya, di lampu merah dan beberapa lokasi keramaian lainnya,” kata dia.

Asip mengaku, ada yang membuat prihatin jajarannya. Yakni, para pengemis ini kerap memanfaakan anak-anak guna menarik empati masyarakat.

“Kalau mereka (pengemis) dari daerah luar yang terjaring razia, kita akan lakukan pembinaan dan mereka harus dipulangkan ke daerah asalnya. Lalu untuk mereka yang dari Karawang, kami akan menyerahkan kepada Dinas Sosial untuk dibina,” tambah dia.

Hanya saja, Asip menambahkan, dalam hal pembinaan para pengemis ini ada sedikit kendala. Yakni, tak adanya rumah singgah untuk dijadikan tempat pembinaan para pengemis. Sehingga, pembinaan yang dilakukan tak bisa intensif. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here