https://limadetik.com/

Temu Netizen, Mencari Jalan Tengah Media Sosial bersama Media Limadetik.com

  • Bagikan
Temu Netizen, Mencari Jalan Tengah Media Sosial bersama Media Limadetik.com
FOTO: Moderator bersama tiga narasumber dalam diskusi publik Mencari Jalan Tengah Media Sosial

SUMENEP, Limadetik.com – Di tengah semakin menggeliatnya media sosial yang akhir-akhir ini seakan sudah menjadi ruh bagi masyarakat kita. Tentu saja media online limadetik.com tidak ingin ketinggalan ambil bagian untuk berbagi dan bertemu dengan netizen, Jumat (8/10/2021).

Media Online yang berkantor pusat di Kabupaten Sumenep tersebut menggelar temu netizen yang dibungkus diskusi publik dengan tema “Mencari Jalan Tengah Media Sosial”.

limadetik branding

Temu netizen yang diisi diskusi publik dengan tema Mencari Jalan Tengah Media Sosial itu berlangsung di Caffe Classic Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur

Pada kesempatan tersebut, ada tiga orang narasumber yang dihadirkan yang kompeten di bidangnya masing-masing, diantaranya Kepala Diskominfo sekaligus Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, SH, kemudian Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, Agus Mulyono, MCH dan Kastpol PP Sumenep Purwo Edi Prawito, S.TP.

Acara yang dipandu Wahyudi, Direktur Pemberitaan limadetik.com tersebut berjalan dengan penuh antusias dan menarik bagi para netizen yang hadir.

Bang Wahyu sapaan akrabnya memulai diskusi tersebut dengan memancing para audien atau netizen untuk bisa bertanya kepada salah satu narasumber, yang sebelumnya dimulai dari Kadis Kominfo Sumenep, Ferdiasyah Tetrajaya, SH.

Ferdiansyah menyampaikan sejatinya netizen yang baik adalah mereka yang cerdas menggunakan berbagai media sosial.

“Semua dimuali dari niat kita (netizen) menggunakan media sosial dengan bijak. Ketika seorang warga net (netizen, red) tidak lagi bijak di dunia maya, maka disitulah kita bisa menimbulkan permasalahan pada diri kita sendiri” katanya dalam diskusi.

Dian sapaan akrab Kadis Kominfo ini menambahkan, segala sesuatunya akan dimulai dari seorang pengguna internet. Maka ketika seorang menerima informasi atau pesan di hp mya, akan lebih baik baca terlebib dahulu hingga akhir isi informasi seutuhnya.

“Maka ketika begitu langsung membagikan informasi atau pesan yang kita dapatkan dari orang lain, disitu kita tidak lagi membacanya sampai selesai. Nah hal semacam ini kadang kita terjebak oleh sesuatu yang tidak benar atau hoax” tandasnya.

Di sisi lain, Agus Mulyono, Kadinkes Sumenep ikut mempertegas apa yang disampaikan Kadis Kominfo. Ia mengatakan dalam situasi pandemi covid-19 saat ini semua komponen harus saling bahu membahu tanpa terkecuali netizen.

“Netizen ini harus memberikan informasi yang benar. Karena ketika netizen itu cerdas dalam menggunakan atau bersosial media, tentu semuanya akan tercapai dengan hasil yang baik pula” ujar Kadinkes.

Ia mencontohkan, saat pertama kali vaksin akan dimulai, dimana vaksinnya baru saja dikirim dari provinsi ke kabupaten sudah ada informasi bahwa ada yang meninggal dunia karena vaksin.

“Waktu itu kami (pemerintah) belum juga terima vaksin, kok tiba-tiba ada infornasi yang mengatakan bahwa seseorang meninggal setelah melakukan vaksinasi, jadi ini kan lucu dan pada akhirnya jadi berita hoax” terangnya.

Sementara itu, narasumber ketiga, Kasatpol PP Sumenep, Purwo Edi Prawito, S.TP menyayangkan hal hal yang selama ini beredar seperti hoax menjadi sebuah konsumsi publik yang sangat disukai masyarakat karena kurangnya menggali informasi, termaaul terkait penegakan perda.

“Kami (Satpol PP, red) selalu mengedepan sesuatu yang humanis dan edukasi terlebih dahulu kepada masyarakat jika ada hal yang harus ditegakkan, seperti halnya penertiban cafe di malam hari pada jam yang sudah ditentukan karena situasi pandemi. Ini yang selalu dijadikan isu yang liar seakan-akan kami Satpol PP sesuatu yang menakutkan” ungkapnya.

Oleh sebab itu karena sudah dinilai sepihak dan sudah disebar luaskan di media sosial dan akhirnya apa yang terjadi, sudah meleset daripada apa yang sebenarnya terjadi di lapangan atau kebenaran setengah yang disampaikan.

“Pengaruh media sosial ini memang luar biasa, karena kadang di lapangan terjadi lain, informasi yang disebar di medsos juga beda, disinilah peran kontrol netizen yang sebenarnya” tegasnya.

Kegiatan yang berlansung sejak pukul 14.15-16.30 Wib tersebut dihadiri oleh lebih dari 50 netizen dengan protokol kesehatan yang ketat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan