100 Lebih Koperasi di Sumenep Terancam Izinnya Dicabut

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumenep, Imam Trisnohadi

SUMENEP, limadetik.com – Sekitar 140  dari 1.400 koperasi yang ada di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur perlu perhatian serius. Pasalnya, 10 persen dari jumlah yang ada tidak menjalankan program koperasi. Sehingga perlu dilakukan revitalisasi.

“Hasil pantauan kami, sekitar 10 persen koperasi tidak aktif. ” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumenep, Imam Trisnohadi, Kamis (24/1/2019).

Seesuai undang-undang nomor 25 tahun 1992, koperasi wajib melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) setiap tahun. Hanya saja, banyak ditemukan koperasi yang tidak melakukan RAT. Koperasi tersebut dianggap mati suri atau tidak aktif.

“Fakta di lapangan, kegiatan seperti simpan pinjam di koperasi tersebut tidak berjalan. Tapi saat kami tanyakan kesiapan untuk mengaktifkan koperasi, para pengurusnya masih mengaku siap. Dari itu kami memberikan kesempatan untuk kembali mengurus koperasinya dengan baik dan izinnya tidak kami cabut,” terangnya.

Imam menegaskan, apabila sudah diberi kesempatan untuk kembali mengaktifkan koperasi dan dilakukan pembinaan, tetap tidak bisa. Maka pihaknya mengaku tidak akan ragu lagi untuk mencabut izin koperasinya.

“Kami menyarankan supaya semua koperasi yang ada di Sumenep ini berjalan dengan baik sesuai tujuan awal,” imbuh Imam. (hoki/rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here