https://limadetik.com/

RSUD Waru Pamekasan Manfaatkan DBHCHT untuk Pengadaan Obat-obatan dan Alkes

  • Bagikan
RSUD Waru Pamekasan Manfaatkan DBHCHT untuk Pengadaan Obat-obatan dan Alkes
FOTO: Direktur RSUD Waru, dr Hendarto saat memperlihatkan ruangan dan alkes

PAMEKASAN, Limadetik.com – Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Pamekasan tahun 2021 tidak hanya untuk kesejahteraan masyarakat. Namun juga telah merambah untuk kepentingan kesehatan, salah satunya untuk kebutuhan alat kesehatan dan obat-obatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waru Pamekasan.

Pemerintah Kabupaten Pamekasan pada tahun ini mendapatkan DBHCHT sebesar Rp 64,5 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk tiga sektor, yakni bidang kesejahteraan masyarakat, bidang penegakan hukum, dan bidang kesehatan.

limadetik branding

Dokter Hendarto, Direktur RSUD Waru menjelaskan, pihaknya akan memanfaatkan dana DBHCHT untuk pengadaan obat dan Bahan Habis Pakai (BHP). Kemudian, untuk biaya servis alat-alat kesehatan (alkes) yang rusak dan untuk kalibrasi. Hal itu dilakukan untuk menjaga kenyamanan pasien.

“Untuk pengadaan obat dan bahan habis pakai, seperti misalnya alkohol, betadine, handscoon, masker dan lain-lain. Kemudian juga untuk biaya servis alkes yang rusak, lalu untuk perbaikan alat dan untuk kalibrasi. Jadi ada empat peruntukannya,” terang dr. Hendarto, Senin (12/7/2021).

Dijelaskan dr. Hendarto, untuk pengadaan obat-obatan, saat ini sudah dalam proses pengadaan, yang dilakukan oleh para pejabat bagian pengadaan. Hingga kini, sudah ada beberapa obat yang sudah datang, juga ada pula beberapa obat yang dalam proses pengiriman.

“Untuk saat ini sebagian ada yang sudah datang. Dan ada juga yang dalam tahap pengiriman,” ungkapnya.

Lanjut Hendarto, pada tahun 2020 lalu, RS Waru juga mendapat kucuran DBHCHT. Semuanya dipakai untuk pengadaan alat alat kesehatan. “Tahun ini dikhususkan kepada obat, BHP kemudian perbaikan alat dan kalibrasi itu,” tuturnya.

Dirinya mengakui bahwa dana DBHCHT sangat bermanfaat bagi RS Waru untuk pemenuhan kebutuhan, guna meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat khususnya untuk pembelian alat-alat kesehatan.

“Untuk yang sekarang karena terbatas, kami tidak dapat alkes tetapi dalam alokasi untuk obat, lalu perbaikan alat sama kalibrasi,” imbuhnya.

Mengingat begitu penting dan besarnya manfaat yang diperoleh dari DBHCHT tersebut, Hendarto berharap, tahun depan RS Waru tetap kembali dapat DBHCHT. Selanjutnya ia berharap pengembangan rumah sakit pada aspek aspek lainnya, khususnya keperluan alat alat kesehatan.

Tidak dipungkiri, dalam pengembangan RS Waru ke depan, dr. Hendarto telah membuat berbagai macam perencanaan jangka panjang. Misalnya, untuk meningkatkan mutu pelayanan, dengan minimal invasif dari pihak bawah atau dari user, sudah merencanakan beberapa kebutuhan terkait dengan hal itu.

“Kita terus berbenah, saat ini RS Waru menerapkan sistem aplikasi perencanaan terintegrasi (Siteri),” timpalnya.

Oleha karena itu tambah dr.Hendarto, dengan melalui sistem ini tim perencanaan mulai bekerja untuk mengusulkan program secara terencana. Jadi untuk pengadaan tahun depan, sudah diusulkan tahun ini.

“Jadi tidak dadakan, akan tetapi terencana dengan matang,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan