15 Desa di Sumenep Mulai Alami Kering Kritis

ilustrasi

SUMENEP, Limadetik.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Abd Rahman menyatakan, dari 37 desa yang masuk kategori kekeringan, 15 diantaranya mengalami kering kritis.

“20 dari 37 desa yang tersebar di 13 Kecamatan kami sudah suplai air bersih untuk kebutuhan sehari – hari,”terangnya, Kamis (7/9/2017).

Menurutnya, dari 37 desa itu, 15 desa diantaranya masuk katagori kering kritis, sedangkan lainnya masuk katagori kering langka. 37 desa itu tersebar di 13 kecamatan, diantaranya Pasongsongan, Batu Putih, Saronggi, Ambunten dan Talango.

“Pendistribusian air bersih itu kami lakukan secara bertahap bagi desa yang membutuhkan dan kami suplai sesuai kebutuhan di daerah tersebut,” ucapnya.

Rahman melanjutkan, musim kemarau di Kabupaten yang memiliki 126 pulau tersebut diprediksi akan terjadi hingga bulan Oktober 2017. Untuk itu, pemerintah terus berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk terus menyuplai air bersih kepada warga yang membutuhkan.

“Suplai air bersih itu kami lakukan sesuai kebutuhan masyarakat yang dimohon melalui kepala desa setempat. Namun, sebelum melakukan suplai kami terlebih dahulu turun ke bawah untuk melihat langsung kebutuhan air bersih yang sebenarnya,” tukasnya.

Diketahui, di Sumenep sejak dua bulan lalu sudah mulai memasuki musim kemarau. Meski pun sempat turun hujan, tetapi intensitasnya rendah. (Hoki/Rud)

Leave a Reply