https://limadetik.com/

Ketua Panitia Akui Saseel Cup Bukan Turnamen Resmi di Bawah Askab PSSI Sumenep

  • Bagikan
Ketua Panitia Akui Saseel Cup Bukan Turnamen Resmi di Bawah Askab PSSI Sumenep
FOTO: Ketua Askab PSSI Sumenep, Hairul Anwar, MT (kiri) bersama Slamet Rahayu, Ketua Panitia Pelaksana Saseel Cup (kanan)

Sumenep, Limadetik.com – Ketua pelaksana turnamen sepak bola Saseel Cup, Desa Saseel, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep angkat bicara terkait pernyataan Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sumenep.

Slamet Rahayu, Ketua panitia pelaksana kegiatan menyampaikan, bahwa kegiatan Saseel Cup merupakan turnamen antar kampung (tarkam) bukan turnamen resmi yang berada di bawah naungan Askab Sumenep.

limadetik branding

“Turnamanen Saseel Cup ini memang bukan berada di bawah koordinasi Askab PSSI Sumenep, sebab ini hanya turnamen antar kampung (tarkam) yang kami selenggarakan” katanya, Rabu (15/12/2021) melalui pesan whatsApp kepada media ini.

Menurut Bayu sapaan akrabnya, kendati pihaknya akan melakukan kordinasi dengan Askab Sumenep, dirinya menyakini tidak akan di izinkan untuk melaksanakan turnamen sepak bola, mengingat masih kondisi PPKM level 3.

Baca juga: Ketua Askab PSSI Sumenep: Turnamen Sepak Bola Saseel Cup Tanpa Kordinasi

“Kami meyakini, walaupun kordinasi dengan Askab, tidak akan diberikan izin, karena masih PPKM Level 3, jangankan Askab, Polsek Sapeken saja tidak memberikan izin” ungkapnya mengakui.

Bayu, menyampaikan, pihaknya terpaksa menyelenggarakan kegiatan dimaksud karena Pemerintah Desa Saserl terus mendapat tekanan dari masyarakat, untuk melaksanakan turnamen sepak bola yang rutin dilaksanan setiap satu kali dalam dua tahun.

“Pemerintah desa mendapat tekanan dari masyarakat, dengan dalih desa di luar Saseel juga melakasanakan turnamen sepak bola dan tidak melakukan kordinasi dengan Askab, dari pertimbangan itulah kami laksanakan kegiatan turnamen antar kampung tersebut” tandasnya.

Disisi lain, pemerintah desa juga harus merealisasikan anggaran yang masuk pada Dana Desa (DD) sehingga dilakukan musyawarah BPD dan Tokoh Masyarakat yang menghasilkan kesepakatan untuk melaksanakan turnamen antar kampung tersebut.

“Kami sudah melakukan permohonan maaf dan siap melakukan evaluasi” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan