20 Persen Tembakau di Sumenep Belum Panen

Kabid Perkebunan, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sumenep, Abdul Hamid. (foto: hoki)

SUMENEP, Limadetik.com – Pada musim panen tembakau 2017, di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, masih tersisa sekitar 20 persen belum panen. Jumlah itu merupakan tembakau yang ditanam kesekian kalinya, karena tanaman pertama mati setelah tergenang air hujan.

“Ya hingga hari ini sudah mencapai 80 persen dari total lahan yang ditanami seluas 14.230,45 hektar,” kata Kabid Perkebunan, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Sumenep, Abdul Hamid, Jumat (8/9/2017).

Hanya saja, sambung Hamid, dari tiga perusahaan yang biasa membeli tembakau, baru dua perusahaan yang telah buka pembeliannya, yakni PT Giri Dipta Sentosa, di Kecamatan Guluk-guluk dan PT Surya Kahuripan, Patean.

“PT Giri Sentosa target pembelian tembakau rajangan 2.000 ton. PT Surya Kahuripan, Paten sebanyak 1.600 ton,” terangnya.

Sedangkan gudang Wismilak baru akan memulai pembelian pada 11 September nanti. Meski pun pihaknya mengaku masih belum menerima surat secara resmi. Sedangkan dua pabrikan yang telah buka itu dimulai pada tanggal 21 Agustus lalu.

Sedangkan harga di dua pabrikan itu, untuk pabrikan yang ada di Guluk-guluk antara Rp 25-50 ribu per kilogram dan pabrikan di Patean antara Rp 25-48 ribu per kilogram.

“Untuk Wismilak, soal harga dan target serapan kami belum tahu, karena masih belum ada surat pemberitahuan pembukaan pembelian kepada kami,” tukasnya.

Berdasarkan data di Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hoktikultura dan Perkebunan, realisasi tanam tembakau tahun ini seluas 14.230,45 hektar dari ploting areal semula seluas 21.893 hektar dengan target produksi 6 kwintal per hektar atau sekitar 85.380 ton. (hoki/rud)

1 KOMENTAR

Leave a Reply